"Pada pertemuan dengan wakil presiden, isu yang dibahas mengenai masalah kuatnya hubungan kita dengan Australia termasuk juga di bidang perdagangan, karena perdagangan kita dan Australia cukup signifikan nilainya. Di data kami ada hampir USD 8,5 miliar perdagangan kita dengan Australia," ujar Menlu RI Retno Marsudi yang ikut hadir dalam pertemuan saat memberikan penjelasan kepada wartawan di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2016).
Bishop dalam pertemuan menurut Retno juga menyinggung sektor pariwisata dengan jumlah wisatawan Australia ke Indonesia yang dinilai cukup tinggi. Begitu pula dengan bidang pendidikan. Indonesia menurut Bishop memiliki daya tarik bagi warga negaranya untuk menempuh jenjang pendidikan melalui program beasiswa khusus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Retno menambahkan dalam pertemuan yang berlangsung kurang dari 30 menit tersebut, Bishop dan Wapres JK membahas mengenai kerja sama anti terorisme.
Kunjungan Bishop ke Indonesia menurut Retno terbilang istimewa sebab dilakukan dalam waktu 3 hari. Setelah bertemu Retno dan JK, Bishop direncanakan datang ke Makassar untuk meresmikan Konsulat Jenderal Kehormatan Australia yang baru di Makassar.
Selain itu Bishop akan mengikuti pertemuan tingkat menteri Bali Process. Retno menyebut Bali Process nantinya akan menghasilkan dua dokumen yakni Co-Chair Statement dan Bali Process Ministrial Declaration. (fdn/hri)











































