Tjahjo datang ke Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2016) sekitar pukul 13.00 WIB. Pertemuan ini tak tertulis dalam agenda resmi Gubernur Ahok.
Usia pertemuan digelar tertutup, sejam kemudian Tjahjo dan Ahok memberikan keterangan. Tjahjo menyatakan dirinya makan siang dengan Ahok dan dilanjutkan membahas lingkungan DKI Jkaarta sebagai percontohan nasional, termasuk nantinya DKI dan Surabaya akan dijadikan contoh pemberantasan prostitusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prostitusi yang ditutup itu, menurut Tjahjo, bukanlah prostitusi yang terselubung. Tjahjo memaklumi permasalahan ini kompleks. Hanya prostitusi yang mengganggu ketertiban saja yang dibereskan.
"Tapi ini kan lokalisasi yang mengganggu lingkungan, yang mengganggu ketertiban. Saya kira nanti beberapa kota madya kita minta untuk mendengarkan bagaimana cara penanganan baik di Jakarta, mulai Kalijodo, Kramat Tunggak, sampai di Surabaya, Dolly, dan sebagainya," tuturnya.
Seluruh Wali Kota akan diajak Presiden Jokowi untuk belajar menertibkan prostitusi dari Jakarta lewat kepemimpinan Ahok dan Surabaya lewat kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini (Risma). Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung pusai Pilkada Serentak.
"Nanti setelah semua Kepala Daerah hasil Pilkada serentak, nanti dipanggil oleh Bapak Presiden," kata Tjahjo.
Selain itu, Tjahjo dan Ahok membahas tentang Pilkada. "Persiapan Pilkada serentak itu di Jakarta tahun depan, seluruh penduduk Jakarta yang sudah punya hak memilih, sudah punya KTP yang memang itu produk asli DKI," tutur Tjahjo. (dnu/aan)











































