Hal itu disampaikan ayah Kapten Agung, Ponimin (63) di rumah duka di Jalan Casa Blok H, Komplek Penerbad Krapyak, Semarang Barat. Ponimin mengatakan dua minggu lalu Ridwan Fadli Kurniawan (8), putra Agung atau cucu Ponimin sempat berat hati melepas Agung berangkat bertugas ke Poso.
"Dua minggu lalu, waktu mengantar ke Bandara Ahmad Yani, anaknya sempat melarang Agung bertugas. Dia bilang, 'ayah jangan tugas dulu'. Agung beri pengertian, kalau enggak kerja jajan pakai apa," ujar Ponimin di rumah duka, Senin (21/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak saya, Agung juga minta didoakan agar selamat ketika bertugas," tandasnya.
Suasana rumah duka di Semarang (Foto: Angling AP/detikcom) |
Sementara itu mertua Agung, Sumedi (69) mengenang hobi menantunya dan ketika bermain bersama keponakannya. Agung ternyata memiliki hobi bermain game online dan mengajak keponakan-keponakannya.
"Dia punya hobi main game online, katanya bisa mendukung tugasnya. Dia selalu mengajak anak-anak atau keponakannya kalau bermain," ujar Sumedi.
Agung meninggal dalam usia 33 tahun meninggalkan seorang istri, Tri Ardiati serta sertaย tiga anaknya yang masih kecil yaitu Ridwan (8), Oktaviani Kurniawan (6), dan Anindya Sanum Kurniawan yang masih berusia lima bulan.
Ia menjadi salah satu dari 13 korban tewas dalam kecelakaan helikopter milik TNI AD yang terjadi hari Minggu (21/3). Istri dan anak-anak Agung masih berada di dalam rumah karena shock. Menurut informasi pihak keluarga akan ke Jakarta untuk pemakaman yang dipusatkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.
![]() |











































Suasana rumah duka di Semarang (Foto: Angling AP/detikcom)