"Saya kira semua tahu dan teman-teman juga paham, bahwa urusan reshuffle domainnya ada di Presiden. Dan saya yakin yang tahu hanya Presiden," kata Johan di kompleks Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Senin (21/3/2016).
Johan menjelaskan, Presiden telah melakukan evaluasi terkait kinerja para menterinya. Apalagi setelah adanya kegaduhan beberapa menteri yang membuat Jokowi tidak happy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Evaluasi menteri selalu disampaikan tidak pada satu titik tertentu, tetapi keseluruhan dari kerja-kerja para menteri. Apakah evaluasi akan berujung pada reshuffle atau tidak, sekali lagi saya sampaikan bahwa itu adalah Presiden yang memutuskan," tegas Johan.
Isu akan segera dilakukannya reshuffle semakin santer terdengar setelah sebelumnya mengendap beberapa waktu. Bahkan, Presiden Jokowi sendiri telah melemparkan sinyal-sinyal akan mengganti beberapa menterinya saat menjadi pembicara di Universitas Sebelas Maret, Solo beberapa waktu yang lalu.
Kabar yang beredar, reshuffle akan diumumkan pada akhir bulan ini, tepatnya setelah Wapres Jusuf Kalla pulang dari kunjungan kerja ke Tiongkok pada 24 Maret 2016. Presiden sendiri dijadwalkan akan mengadakan Kunker ke Kalimantan pada 22-24 Maret 2016.
Kini, publik tinggal menunggu kapan Presiden Jokowi akan kembali merombak kabinetnya. (kha/dra)











































