"Itu proses, silakan saja. Kita kan nggak ada kewenangan itu. Proses di DPP," ungkap Sukedi usai menghadiri Rapat Konsolidasi PD di Harris Hotel, Gubeng, Surabaya, Minggu (20/3/2016).
Sukedi pun membantah pernah mengatakan ada penolakan dari DPD DIY akan rencana PAW Ambar yang akan digantikan Roy Suryo. Ia menyatakan belum pernah mendapat informasi langsung adanya penolakan dari kader daerah rerkait rencana itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nolak atau terima saya belum pernah tanya. Ini masalah DPP, apapun kebijaksanaannya" sambungnya.
Untuk itu Sukedi menyatakan menyerahkan soal keputusan PAW kepada pihak DPP. DPD disebutnya tidak memiliki kewenangan terhadap keputusan PAW tersebut.
"Kita serahkan di DPP. Silakan saja. Kalau yang bawah (DPD), ya silakan saja," tutur Sukedi.
Roy sebelumnya pada Pemilu 2014 kalah melaju ke parlemen karena kalah suara dari Ambar. Ia sempat menggugat kemenangan Ambar ke Mahkamah Partai Demokrat pada 2014 dan menang. Ambar pun melawan sehingga pemecatannya tak kunjung dieksekusi.
Kemudian Ambar yang duduk di Komisi VI DPR itu disebut sudah tak produktif lagi karena sakit. PD lantas berencana mengganti Ambar dengan Suryo. Namun pendukung Ambar terus menyuarakan penolakan.
Roy sendiri sudah siap beraksi. Tak berapa lama dari adanya rencana PAW, mantan menpora di era SBY itu sudah sowan mendatangi Gedung DPR. Ia mengaku mendapat amanah untuk mengisi pos Fraksi PD di Komisi I meski belum dapat memastikan kapan tepatnya akan kembali ke Senayan.
"Saya ikut prosedur. Saya nggak pernah mendesak-desak seperti kemarin. Saya tunggu saja dari KPU," kata Roy di Gedung DPR, Kamis (3/3).
(ear/miq)











































