"Kan masih baru," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman saat ditanya apakah helikopter dalam kondisi layak terbang usai jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Minggu (20/4/2016) malam.
Menurut Tatang, helikopter yang berjenis bell 412 EP dengan nomor HA 5171 itu dibeli tahun 2012 lalu. Heli itu ditumpangi 13 orang sore tadi lalu jatuh diduga karena faktor cuaca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Helikopter milik TNI AD yang jatuh sekitar pukul 17.55 WIB di Poso, Sulteng, menewaskan sebanyak 13 orang. Kapolda Sulteng Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan heli itu sedang dalam operasi Tinombala.
"Dalam rangka operasi Tinombala, itu operasi gabungan TNI Polri dalam rangka mengejar kelompok teroris pimpinan Santoso," kata Kapolda Sulteng Brigjen Rudy Sufahriadi kepada detikcom, Minggu (20/3/2016) malam.
Operasi Tinombala dimulai sejak Januari 2016 lalu dan seharusnya berakhir 9 Maret 2016. Namun, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan operasi itu diperpanjang selama dua bulan. (idh/bal)











































