PDIP Tunggu Revisi UU Pilkada Selesai Sebelum Umumkan Cagub DKI

Hardani Triyoga - detikNews
Minggu, 20 Mar 2016 17:46 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan partainya masih melakukan proses penjaringan untuk mengusung dan menentukan nama calon Gubernur DKI Jakarta. Dia mengatakan berbekal pengalaman di Pilkada, tak ada persoalan yang dialami PDIP dalam menentukan nama.

"Kami ini partai yang paling sering ikut pilkada, bahkan kami di Pilkada kemarin sebagai partai yang paling banyak mencalonkan banyak yang menang. Sehingga tak ada persoalan dalam pemilihan itu," ujar Hasto di sela pengukuhan pengurus ranting PDIP se-Jakarta Barat di GOR Grogol, Minggu (20/3/2016).

Dalam penentuan figur yang diusung, PDIP tak akan menggunakan sistem voting di internal partai. Menurut Hasto, PDIP akan mengedepankan musyawarah mufakat untuk menentukan calon yang diusung.

"Oh, tak ada voting, itu budaya barat. Sejak republik ini didirikan, kita kedepankan budaya musyawarah mufakat. Voting itu hanya berdasarkan kepentingan orang per orang kadang-kadang tersembunyi dengan kekuatan voting itu," kata Hasto.

Hasto menambahkan aspirasi masyarakat akan menjadi salah satu pertimbangan utama PDIP dalam penentuan figur bakal cagub. Lalu, juga suara dari kader ranting PDIP juga akan didengarkan.

"Ya kita mendengarkan DPC secara berjenjang," sebutnya.

Lantas, kapan PDIP mengumumkan figur calon gubernur serta wakil gubernur yang diusungnya?

Hasto mengatakan hal ini mesti menunggu selesainya revisi Undang-undang Pilkada yang akan dibahas DPR serta pemerintah.  

"Kita akan menunggu peraturan perundang-undangan Pilkada dulu. Kita belum tahu, karena politik itu harus dilakukan pada sistem perundang-undangan," sebutnya.

Bila sudah waktunya, maka rencananya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengumumkan pasangan yang diusung PDIP.

"Pada waktu yang tepat, kita akan umumkan itu. Ketika itu ketua umum akan mengumumkan pasangan gubernur dan wakil gubernur itu maka sudah siap," ujarnya. (hat/dhn)