DetikNews
Minggu 20 Maret 2016, 11:12 WIB

SBY Akhirnya Bicara Soal Meme 'Ani Yudhoyono Capres 2019' di Medsos

Elza Astari Retaduari - detikNews
SBY Akhirnya Bicara Soal Meme Ani Yudhoyono Capres 2019 di Medsos Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Berbagai gambar dan meme Ani Yudhoyono dengan tulisan 'Calon Presiden Partai Demokrat 2019' belakangan ramai tersebar di media sosial beberapa hari lalu. Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyerang istrinya tersebut.

"Saya lakukan klarifikasi karena kemarin dalam rangkaian safari kita, Tour de Java. Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba dimunculan di sosial media, seolah-olah kita sudah punya capres dan kebetulan Ibu Ani ditulis di situ sebagai capres 2019," ungkap SBY.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Konsolidasi PD di Harris Hotel, Jl Bangka, Gubeng, Surabaya, Minggu (20/3/2016). Isu soal Ibu Ani capres memang muncul saat SBY bersama rombongan PD tengah melakukan safari Tour De Java keliling Jawa.

"Saya ingin klarifikasi, dengarkan ini baik-baik. Karena kita terganggu, tidak ada yang terpikir sama sekali, kita sedang siang malam melaksanakan safari tiba-tiba mendengar berita seperti itu," tegas SBY dengan nada sedikit kesal.

SBY mengungkapkan, bahwa hingga saat ini PD belum memutuskan siapa capres yang akan dibawa maju untuk Pilpres 2019 nanti. Saat ini partai berlambang Mercy tersebut tengah mencari tokoh siapa yang paling tepat untuk dijadikan capres.

"Allah mendengar ucapan saya ini, dan saya belajar konsisten dalam hidup, pada saatnya PD pasti punya calon presiden, dan calon wapres. Saat ini kita sedang meneropong kandidat-kandidat yang patut dinominasi oleh partai," jelasnya.

Dalam menentukan capres, PD tidak akan sembarangan sebab harus melalui mekanisme sesuai aturan dan AD/ART partai. Tokoh yang akan dibawa dalam Pilpres juga harus mmiliki kriteria yang sesuai dengan harapan PD.

"Boleh dikatakan normatif tetapi bagi kita riil, salah satu putera terbaik bangsa, yang punya integritas, kapabilitas, rekam jejak dan jangan lupa elektabilitasnya. Pada saatnya juga akan disampaikan secara resmi oleh PD," tutur SBY.

Tokoh yang akan dibawa PD untuk menjadi capres bukan berarti harus populer dan hanya dilihat dari elaktabilitas. Namun kata SBY, ada kriteria penting lainnya dibanding dua unsur itu.

"Meski elaktabilitas penting, tapi maunya kita, disamping popular dan elektabilitas tinggi, dia juga punya integritas, punya kapasitas yang bisa memimpin negara ini. Menjalankan pemerintahan, melakukan pembangunan. Itu yang kita terus lakukan, menjaring, meneropong, Insya Allah pada saatnya pun begitu," bebernya.

SBY yakin bahwa PD mampu menemukan capres untuk Pemilu 2019 nanti karena memiliki pengalaman dua kali menang dalam Pilpres. Hanya pada 2014, ia mengakui bahwa PD mengalami kemunduran sehingga tidak bisa mengusung calon.

"2014 kita tidak punya capres. Orang mengatakan itu karena PD korupsi banyak. Kalau soal korupsi kita sama dengan partai lain, bahkan ada partai yang lebih tinggi korupsinya," tutur SBY.

"Hanya dulu kita nggak bisa ngomong karena ada selalu kalah dengan banyaknya gegap gempita serangan ke kita. Itu fakta dan data Dan kedua memang ada musibah kita jadi musuh bersama," sambung jenderal purnawirawan TNI itu.

SBY pun meminta kepada para kadernya agar menjadikan kekalahan PD di Pemilu 2014 sebagai pelajaran dan mengambil hikmahnya. Ia juga meminta semua kader PD siap berperang memenangkan Pemilu 2019.

Sebelumnya muncul meme Ibu Ani mulai Selasa (15/3) lalu dengan salah satunya menampilkan Ibu Ani dengan baju warna biru sambil melambaikan tangan dengan background bendera Merah Putih. Selain itu ada juga gambar berjudul, '7 Hal Ibu Ani Yudhoyono Layak Jadi Capres 2019' dengan penjelasan 7 hal yang dimiliki Ani Yudhoyono adalah: Setia, Keibuan, penyabar, penyayang, tegas, teratur, dan antikorupsi.

Dua gambar yang beredar di media sosial itu dilengkapi dengan tagar #AniYudhoyono2019. Kemunculan gambar ini membuat sejumlah pihak melakukan spekulasi. Bahkan ada yang beranggapan isu ini serupa dengan fenomena Hillary Clinton.

(elz/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed