Cegah Narkoba, Partai NasDem Tes Urine Kadernya

Cegah Narkoba, Partai NasDem Tes Urine Kadernya

Rini Friastuti - detikNews
Sabtu, 19 Mar 2016 11:56 WIB
Cegah Narkoba, Partai NasDem Tes Urine Kadernya
Foto: Rini Friastuti
Jakarta - Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta mengadakan penyuluhan bebas narkoba terhadap kadernya di DPC dan DPW DKI Jakarta. Usai penyuluhan, mereka akan dites urine oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI.

Dalam penyuluhan yang dilakukan di auditorium Kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakpus, Sabtu (19/3/2016), perwakilan BNNP memberikan pengarahan dan pengetahuan singkat tentang jenis-jenis narkotika. Para kader juga diberikan kesempatan untuk bertanya seputar pemeriksaan narkoba.

Setelah memberikan sosialisasi, para kader diberikan lembaran surat pernyataan pengambilan urine sebelum melakukan tes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP, Safari Kartodihardjo kepada wartawan mengatakan, informasi tes tersebut baru diinformasikan kepada kader pada Jumat (18/3) malam. Sehingga tak ada satupun kader yang dapat mengelak dari pemeriksaan ini.

"Ini dadakan, pemberitahuannya kemarin pukul 22.00 WIB malam. Anggota (DPW) enggak ada yang tahu," ujarnya.

Dia mengatakan, BNNP sendiri telah melakukan tes urin di beberapa partai yang lain. Namun apapun hasilnya, nantinya akan ditindak tegas.

"Harapan kami partai lain dapat menyusul untuk pemeriksaan urin ini. Kalau di partai belum ada data yang jelas (yang terjerat narkoba), tapi siapa pun yang terjerat, oknum partai, oknum penegakan hukum, akan ditindak," jelasnya.

Ketua DPW Partai NasDem, Winston Pardamean Simanjuntak mengatakan, NasDem sebagai partai yang mendukung restorasi, mereka akan selalu vokal mendukung pemberantasan narkoba.

"Ini langkah awal dan kita tes seluruh pengurus, mulai dari tingkat ketua pengurus, dari tingkat DPW, DPC, akan dilakukan secara berkala 3 bulan sekali. Saat dilaksakanan tidak akan diberitahukan supaya tidak terdeteksi," jelas Winston kepada wartawan.

Apabila nantinya diketahui ada kader yang terjerat narkoba, maka oknum tersebut akan dipecat dari partai. Partai juga tak akan memberikan kesempatan kepada oknum tersebut untuk kembali masuk ke dalam partai meski nantinya telah direhabilitasi.

"Mereka akan dipecat atau pemutusan hubungan. Namun demikian mereka akan kami arahkan ke BNN. Saya kira sifat orang yang kena dan terlibat narkoba dia akan selalu kembali. Maka kita tidak akan menerima lagi, walau sudah direhabilitasi," ujarnya.

Hingga saat ini pelaksanaan tes urin masih berlangsung. Hasilnya akan diumumkan setelah pengecekan selesai dilakukan. (rii/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads