DetikNews
Sabtu 19 Maret 2016, 11:46 WIB

Deteksi Dini Kebakaran Lahan Gambut Lewat Teknologi Geothermal

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Deteksi Dini Kebakaran Lahan Gambut Lewat Teknologi Geothermal Pesawat Cassa untuk teknologi thermal (Foto: Chaidir Anwar T/detikcom)
Pekanbaru - Kebakaran lahan selalu menjadi momok di kala musim kemarau telah tiba. Untuk mendeteksi dini, sebuah teknologi terkini geothermal pemetaan lewat udara akan diuji coba di Indonesia.

Teknologi geothermal telah digunakan di Australia, Kanada, serta Afrika Selatan dengan kemampuannya menangkap perbedaan suhu di muka tanah, mampu mendeteksi titik api di lahan gambut yang kerap tidak terlihat secara kasat mata.

Prinsip kerjanya mendeteksi suhu di permukaan, titik api akan terdeteksi jika pada area tertentu terdeteksi suhu panas yang berbeda (ekstrem).

Sistem kerjanya, thermal camera dibawa mengudara menggunakan pesawat Cessna 206H Stationair. Rencananya untuk pelaksanaan ini akan bermarkas di Jambi.

Pertimbangannya, rute perjalanan harian untuk memantau wilayah Jambi – Riau – Jambi – Sumatera Selatan hanya akan memakan waktu sekitar 2 jam.

"Begitu panas terdeteksi, maka sistem akan mengirimkan data serta mengoverlay ke dalam peta konsesi, dimana lokasi titik api akan langsung terlihat. Keseluruhan waktu yang dibutuhkan mulai dari informasi ini awal hingga posisi api, akan sampai kepada tim forest fire kami maksimal  50 menit," ungkap  General Manager Fire Management APP – Sinar Mas, Sujica Lusaka kepada detikcom, Sabtu (19/3/2016).

Menurut Sujica, pesawat yang diawaki seorang pilot, didampingi seorang operator ini akan terbang harian sesuai dengan kondisi wilayah yang kita monitor berpedoman pada fire danger rating system (FDRS).

"Apabila FDRS menunjukkan warna kuning atau merah maka frekuensi patroli di daerah tersebut akan di tingkatkan menjadi 2-3 kali lipat. Dalam pengoperasiannya, tidak menutup kemungkinan, system ini akan mendeteksi titik api yang berasal dari luar konsesi kami. Hal ini akan kami informasikan ke pemerintah daerah dan BPBD terkait," papar  Sujica yang juga membenarkan akan ada kerjasama dengan pihak BNPB terkait sinergi informasi titik api ini.

Ide menggunakan teknologi geothermal muncul setelah melihat kondisi tahun sebelumnya, dimana upaya deteksi dini api belum berlangsung optimal.

"Sebelumnya kami masih menggunakan data hotspot dari beberapa website yang kemudian kami overlay dengan peta lokasi. Selain itu menggunakan pemantauan melalui tower apapun dirasakan belum optimal, karena titik api kerap terlihat saat telah besar dan timbul asap.Dalam kondisi asap yang pekat, bahkan pemadaman dari udara pun sukar dilakukan dengan tepat akibat jarak pandang yang terbatas," katanya sembari menambah bahwa ini pertama kali akan dilakukan di Indonesia. Dimana teknologi thermal berbasis di Australia.

"Teknologi geothermal camera ini akan siap beroperasi penuh pada akhir Maret tahun ini, setelah izin terbang diperoleh," papar Sujica yang lulusan Queensland University of Technology Australia ini.

"Tahun ini kami menginvestasikan dana sebesar US$ 20 juta untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran," ungkapnya.

Sementara itu, Satgas Udara Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau, di bawah komando Lanud Roesmin Nurjadin, akan mengerahkan pemantauan udara dengan pesawat F16 dan Hawk.

"Setiap pesawat tempur kita terbang latihan, akan memetakan daerah mana saja yang terlihat muncul titik api. Pemataan dari udara dengan titik koordinat akan diketahui dimana lokasinya," kata Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marma Henri Alfiandi.

Bila titik koordinat telah ditentukan, kata Henri, maka heli Super Puma milik TNI AU akan dikerahkan ke lokasi untuk mencari pelaku pembakaran lahan. Ini tentunya tetap dilakukan pemadaman dari darat dan udara.

"Kebakaran yang terjadi selama ini adalah unsur kesengajaan masyarakat Riau sendiri. Siapapun pelakunya, kita akan tangkap dan akan kita serahkan ke polisi," kata Henri.
(cha/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed