"Kalau kasus sinar laser di tempat kita selama ini belum pernah ada keluhan dari pilot," kata OIC Bandara SSK II Pekanbaru, Ibnu Hasan kepada detikcom, Jumat 18/3/2016).
Ibnu menjelaskan, keluhan pilot untuk mendarat di Bandara SSK selama ini hanya soal layangan. Layangan sering mengganggu pesawat yang akan mendarat. Biasanya masyarakat bermain layangan di kawasan ujung runway di Jl Arifin Achmad. Termasuk ujung runway di jalan Kertama, Simpang Tiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ibnu, layangan tersebut juga sangat berbahaya untuk penerbangan. Walau belum menemukan kasus laser, permainan layangan dianggap mengancam penerbangan.
"Di tempat kita ini, soal layangan menjadi perhatian kita. Kita sudah melakukan pendekatan ke masyarakat termasuk ke Ketua RT dan RW. Ini kami lakukan demi keselamatan penerbangan. Walau sudah dilakukan pendekatan, kadang masih ada yang bermain layangan di radius bandara," tutup Ibnu. (cha/imk)










































