Polisi Selidiki Perusakan Rumah Dinas Kajati Jatim

Polisi Selidiki Perusakan Rumah Dinas Kajati Jatim

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Jumat, 18 Mar 2016 22:04 WIB
Polisi Selidiki Perusakan Rumah Dinas Kajati Jatim
Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom
Surabaya - Polisi melakukan penyelidikan terkait perusakan rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim. Polisi yakin akan menemukan siapa yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

"Kasusnya sudah dilaporkan. Pelapornya adalah staf Kejati (Jatim) yang bertugas di rumah Kajati Jatim," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete kepada detikcom, Jumat (18/3/2016).

Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Staf itu bernama Hariyandi. Saat itu Hariyandi sedang menjaga rumah dinas yang ada di Jalan Jimerto 16 tersebut. Hariyandi saat itu sedang piket jaga bersama rekannya bernama Yanis. Yanis sendiri menjadi saksi dalam kasus ini.

Sementara untuk terlapor, Takdir hanya menyebut oknum yang menggunakan atribut Pemuda Pancasila (PP). Pelapor atau Hariyandi tidak bisa menyebut nama karena yang melakukan perusakan adalah massa. Menjadi tugas polisi untuk menemukan siapa saja yang melakukan perusakan.

"Kami akan menyelidiki siapa yang melakukan perusakan. Kami sudah melakukan olah TKP. Dan kami yakin dalam waktu 1x24 jam pelakunya bisa diketahui," tandas Takdir.

Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom


Dalam kasus itu, polisi menyita barang bukti antara lain sejumlah bendera PP dan poster. Kasus ini sendiri terjadi Jumat siang. Saat itu sekitar 200 orang beratribut PP lewat di kawasan Jimerto. Tiba-tiba saja mereka berhenti di rumah Kajati Jatim.

Tentu saja penjaga di rumah terkejut karena tak mengira rumah yang ditempati Kajati Jatim Maruli Hutagalung itu akan didemo. Karena untuk setiap demo, pasti ada pemberitahuan sebelumnya. Dan siang itu tak ada pemberitahuan rumah akan didemo. Petugas penjaga rumah segera menggembok pagar rumah.

Massa dalam aksinya menggoyang-goyang pagar rumah bagian samping. Goyangan itu membuat salah satu sisi pagar tercabut dari temboknya. Selain itu, mika yang menutupi bagian tengah pagar juga dirusak. Massa menggunakan tiang bendera untuk menyodok mika hingga terlepas dari pagar. Massa juga menempeli pagar dengan bendera PP dan poster. (iwd/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads