Bantah Eksploitasi ABG, Mami Meriechan: 'Angel' yang Datang, Saya Cuma Bantu

Bantah Eksploitasi ABG, Mami Meriechan: 'Angel' yang Datang, Saya Cuma Bantu

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 18 Mar 2016 19:21 WIB
Bantah Eksploitasi ABG, Mami Meriechan: Angel yang Datang, Saya Cuma Bantu
Mami Meriechan (Foto: Mei Amelia/detikcom)
Jakarta - Usia Stefani Febriana terbilang masih muda, 23 tahun. Tetapi untuk urusan prostitusi, wanita yang dikenal dengan nama Mami Meriechan ini sudah punya banyak pengalaman.

Mami Meriechan mengaku sudah berkecimpung dalam bisnis lendir sejak Desember 2015 lalu. Ada sejumlah, tak sampai belasan wanita yang menjadi angelnya.

Namun ia membantah telah mengekploitasi ABG dan sejumlah wanita untuk dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK). Mami menyebut, profesinya sebagai muncikari hanya semata-mata untuk membantu para angel yang memang membutuhkan uang.

"Saya cuma membantu mereka yang datang ke saya. Okelah memang ini salah, tapi saya enggak membenarkan diri saya (yang) salah tapi saya juga gak menganggap diri saya 100 persen salah. Karena ya balik lagi, mereka yang datang kok ke saya," jelas Stefani kepada wartawan di ruang penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (18/3/2016).

Ia mengklaim, dirinya tidak seperti muncikari lain yang meminta 'jatah' apalahi memotong penghasilan angelnya dari usaha pelacurannya itu.

"Saya juga gak kayak germo lain yang minta uang ke mereka, minta ini itu ke mereka. Bahkan kalau mereka enggak ada, boleh ditanya ke mereka saya suka kasih ke mereka dan kalau saya lagi enggak ada. Saya memang suka minta kasih balik, gitu. Saya saling membantu saja," urai warga Tangerang ini.

Mami mengungkap, ia awalnya mengenal para angel dari dunia maya. Beberpaa angel yang ia promosikan bahkan memang sudah bergelut dengan profesi tersebut.

"Ya perempuan bisa ketemu di mana aja. Ada beberapa yang memang mereka sudah jualan sebelumnya. Jadi bukan saya yang mengeksploitasi," imbuhnya.

Meski begitu, Mami Meriechan mengaku mendapatkan keuntungan dari bisnis lendir itu. Tapi, ia tegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memotong uang jasa para angel.

"Saya enggak pernah potong. Ya (harga angel) tergantung berapa mereka mintanya. Misalnya kalau minta Rp 1 juta ke tamu, ya dia dapat Rp 1 juta. Saya paling minta uang ke tamu untuk DP saja, sekitar Rp 400-500 ribu," katanya.

Ia katakan, tamu harus membayar sendiri hotel bila ingin booking out angelnya. Namun, bila memilih paket expo (execution per hour), disediakan kamar di apartemen yang disewa oleh mami.

"Kalau expo paling Rp 300-500 ribu. Itu kan cuma untuk satu jam," tutupnya. (mei/imk)


Berita Terkait