Bayi Meninggal dalam Kondisi Mengenaskan, Pasutri di Palembang Laporkan Bidan

Bayi Meninggal dalam Kondisi Mengenaskan, Pasutri di Palembang Laporkan Bidan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 18 Mar 2016 18:39 WIB
Bayi Meninggal dalam Kondisi Mengenaskan, Pasutri di Palembang Laporkan Bidan
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Pekanbaru - Pasangan suami istri melaporkan seorang bidan berinisial IY (48) ke Polresta Palembang. Mereka menduga ada malpraktik karena bayinya lahir dalam kondisi meninggal dengan kondisi leher patah dan kulit terkelupas.

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede kepada detikcom, Jumat (18/3/2016). Maruly menjelaskan, pasutri itu adalah Irwansyah (35) dan Rusmiati (34) warga Lorong Beringin Jaya RT 18/05 Kelurahan 13 Ulu, Kec SU II Palembang.

"Suami melaporkan ke kita atas dugaan malpraktik yang dilakukan seorang bidan atas kelahiran anak keduanya yang meninggal secara tak wajar," kata Maruly.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporannya ke pihak kepolisian, lanjut Maruly, Rusmiati diantar suaminya ke praktik bidan di Jl Kh Azhari pada Kamis (17/3) siang hari. Siang itu, istrinya dinyatakan bidang sudah bukaan 10.

Bayi kedua pasutri tersebut, dinyatakan lahir dalam keadaan sungsang. Ketika bayi ini lahir, ternyata dalam kondisi sudah meninggal dunia. Yang membuat kesal Irwansyah, ternyata diketahui ketika bayinya lahir lehernya dalam kondisi patah. Termasuk juga kulit bayi banyak luka dan terkelupas. Selain itu tali pusarnya juga tidak keluar.

"Atas dasar itu, kasus ini dilaporkan ke kita. Orang tua bayi menduga telah terjadi mal pratik," kata Maruly.

Hari ini, Polresta Palembang memeriksa tempat praktik IY, bidan yang berstatus PNS. IY mengaku Rusmiati datang dalam kondisi sudah hampir melahirkan.

"Saat itu bidan berencana akan membawa pasien ke rumah sakit. Hanya saja tidak memiliki mobil. Mau dibawa pakai becak, takut brojol di jalan. Itu pengakuan sementara dari pihak bidan," kata Maruly.

Selain itu, bidan Indah juga menyebutkan, bahwa bayi itu sudah meninggal dalam perut.

"Kita masih akan mengumpulkan saksi yang berkompeten lainnya, misalkan kita akan minta keterangan dinas kesehatan," tutup Maruly. (cha/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads