Pelaku ditangkap di sekolah tempat dia mengajar pada pukul 14.00 WIB. Polisi dan pelaku sampai di Mapolres Jakarta Selatan sekitar pukul 15.35 WIB. Saat digelandang, pelaku mengenakan kemeja berwarna oranye dan wajahnya ditutupi dengan topeng berwarna hitam.
"Kita tangkap di tempat dia bekerja. Kalau ada cukup bukti untuk menjadikan dia tersangka, akan kita tetapkan secepatnya," ucap Wakapolres Jakarta Selatan AKBP Surawan di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah menerima laporan, kita sudah memeriksa dan mendengarkan keterangan dari korban, dia mengatakan sudah mengalami 3 kali. Kita baru mengamankan yang bersangkutan, belum ada penetapan tersangka. Masih dikembangkan," tambah Surawan.
Sejauh ini telah dilakukan visum oleh korban, namun hasil visum baru keluar minggu depan. Terkait barang bukti, AKBP Surawan berujar, sejauh ini baru ada 1 barang bukti yang diamankan polisi yakni pakaian korban.
Menurut keterangan korban, modus yang dilakukan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya adalah dengan merayu kemudian membawanya ke ruang guru. Polisi mengatakan, sejauh ini belum ada temuan unsur pemaksaan yang dilakukan pelaku terhadap korban.
"Sambil merayu berdasarkan pengakuan korban, pelaku tidak mengancam hanya merayu. Sejauh ini saksi yang diperiksa baru korban dan orang tua," sambung dia. (bag/bag)











































