Hoax or Not

Isu Fenomena Equinox Bikin Suhu Jadi 40 Derajat Celcius di Indonesia

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 18 Mar 2016 14:58 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Jakarta -


Isu


Sebuah pesan siaran tersebar yang menyebutkan bahwa akan ada fenomena Equinox yang melanda Singapura, Malaysia, dan Indonesia selama 5 hari ke depan. Fenomena ini disebut akan meningkatkan suhu yang cukup signifikan sampai dengan 40 derajat celcius.

Pesan siaran itu menyarankan masyarakat untuk berdiam di dalam rumah pada pukul 12.00 - 15.00 WIB pada tanggal 20 Maret 2016. Disebutkan pula bahwa Equinox dapat menyebabkan dehidrasi dan heat stroke. Tautan berita pun dicantumkan dalam pesan tersebut.

Masyarakat bahkan disarankan untuk meletakkan baskom yang diisi air separuhnya di ruang tamu untuk menjaga kelembaban udara. Selain itu disarankan pula memasang lilin di luar rumah untuk mendeteksi tingkat panas apakah sampai membuatnya meleleh. Apakah informasi soal dampak Equinox itu benar atau hoax?

Investigasi

detikcom menelusuri tautan berita sebuah media asal Singapura yang tercantum di pesan tersebut. Berita itu berjudul 'Warmer days likely over next 2 weeks: NEA'.

Artikel yang dilansir pada 16 Maret 2016 itu menyebutkan bahwa temperatur udara bisa meningkat sampai dengan 9 derajat celcius dari biasanya pada tanggal terjadinya Equinox, yakni 20 Maret 2016. jika di Singapura, maka temperatur udara bisa mencapai 36 derajat celcius di hari-H, dan 33-34 derajat celcius di hari-hari lainnya. Di artikel tersebut tidak disebutkan soal kenaikan suhu di Indonesia mencapai 40 derajat celcius.

Media itu juga menyebutkan bahwa Equinox terjadi sebanyak 2 kali dalam setahun. Tetapi Equinox pada tahun ini disebut berbeda karena terkena dampak El Nino.

Sementara itu dikutip dari berbagai sumber, Jumat (18/3/2016) Equinox adalah fenomena di mana matahari berada di khatulistiwa. Sehingga matahari benar-benar berada di atas kepala pada siang hari.

"Pada tanggal 21 Maret martahari melintasi equator dari selatan ke utara. Pada saat itu belahan bumi selatan dan utara sama-sama mendapat sinar matahari," ujar Kepala LAPAN Prof Thomas Djamaludin saat berbincang dengan detikcom.

Thomas menambahkan, fenomena Equinox memang terjadi sebanyak dua kali dalam setahun. Equinox berikutnya akan terjadi pada 22 September.

Dia kemudian menyebut informasi yang disebarkan mengenai dampak Equinox terlalu berlebihan. Karena, kata Thomas, tak ada perubahan suhu yang signifikan pada saat Equinox.

"Tidak perlu khawatir karena matahari melintas itu hal yang biasa dan tak ada perubahan. Justru pada saat Equinox ini, lama siang sama dengan malam," imbuh Thomas.

Saat ini suhu udara rata-rata 27 derajat celcius. Sehingga pada saat Equinox pun tak berbeda jauh dengan suhu tersebut.


Kesimpulan
Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah

Fenomena Equinox memang akan terjadi pada bulan Maret dan September tahun ini. Namun dampak yang ditimbulkan oleh Equinox tidak separah yang dijelaskan dalam pesan siaran itu.

Temperatur udara tidak akan berubah secara signifikan pada saat Equinox. Dengan demikian maka pesan siaran tentang dampak Equinox tersebut adalah tidak benar atau hoax. (bag/mad)