Di Terminal Blok M, Hasnaeni berbincang dengan pedagang dan sopir bajaj. Kepada orang yang ditemuinya, Hasnaeni mempromosikan program unggulan yang diusungnya, rumah murah.
"Punya KTP kan? Ya udah tolong kasih tahu ke teman-temannya, nanti saya punya program kasih rumah, bayar Rp 500 ribu dulu per bulan setelah 5 tahun nanti jadi hak milik," terang Hasnaeni saat berbincang dengan seorang pedagang bernama Irma di Terminal Blok M, Jl. Sultan Hasanudin, Jaksel, Jumat (18/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasnaeni di Terminal Blok M, Jumat (18/3/2016). Foto: Wisnu Prasetiyo-detikcom |
Dengan kain kerudung khasnya, Hasnaeni ditemani sejumlah relawan langsung menaiki beberapa Metromini dan Kopaja. Hasnaeni bicara soal peremajaan angkutan umum yang tak laik jalan. Dia menegaskan tidak akan menghapuskan angkutan umum yang masih dibutuhkan warga.
"Metromini dan Kopaja mau dihapus oleh Ahok. Saya sudah memberikan semangat kepada mereka (sopir Kopaja-Metromini), saya tidak akan pernah menghapus keduanya, saya akan berikan subsidi pinjaman dari Pemda tanpa bunga. kita juga akan pasang AC, pasang CCTV supaya yang naik pada ngga keringetan lagi," umbar Hasnaeni kepada sejumlah sopir.
Bukan cuma itu, Hasnaeni juga berjanji akan menyiapkan program pelatihan singkat bagi sopir yang masih ugal-ugalan mengemudi.
"Kita berikan pelatihan-pelatihan, tidak perlu 6 bulan, cuma 1 minggu oleh saya. Kita berikan badan sertifikasi dari Pemda. Kita remajakan dan akomodir Kopaja dan Metromini. Saya tidak akan menghadirkan busway baru, jadi kita benahi Metromini dan Kopaja," imbuhnya.
Janji lainnya yang dibicarakan Hasnaeni adalah kenaikan upah minimum regional (UMR) menjadi Rp 4,5 juta. Keputusan menaikkan UMR menurut Hasnaeni jadi program terberat namun harus dilakukan demi kepentingan warga.
"Saya tidak akan membela pengusaha, saya akan membela pedagang kecil. Itu bedanya saya Hasnaeni dan Pak Ahok," tuturnya. (fdn/fdn)












































Hasnaeni di Terminal Blok M, Jumat (18/3/2016). Foto: Wisnu Prasetiyo-detikcom