Panik Dikejar Polisi, Perampok Sadis ini Nyemplung Sumur dan Nyaris Tenggelam

Panik Dikejar Polisi, Perampok Sadis ini Nyemplung Sumur dan Nyaris Tenggelam

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Kamis, 17 Mar 2016 23:33 WIB
Panik Dikejar Polisi, Perampok Sadis ini Nyemplung Sumur dan Nyaris Tenggelam
Foto: Dok Polda Kalsel
Banjarmasin - Dua perampok sadis di Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) kalang kabut saat dikejar polisi. Satu melarikan diri ke hutan dan akhirnya tertangkap. Satu lainnya nyemplung sumur dan nyaris tenggelam.

Kedua perampok itu, Pajuri (25) dan Taufik (25), beraksi di rumah Abdul di Desa Sungai Raya Selatan, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten HSS, Kamis (17/3/2016) pada pukul 02.00 WIB. Mereka berpenutup wajah masuk rumah lewat jendela , lalu meminta barang-barang berharga korban. Karena permintaan tak dituruti, mereka membacok korban dan membawa kabur 2 sepeda motor.

Polisi bergerak cepat. Tim gabungan Polda Kalsel, Polres HSS, dan Polres Banjarbaru menelusuri jejak pelaku. Pada pukul 13.00 WIB, pelaku terendus hendak menjual barang curian di Pasar Karet Banjarbaru. Rupanya pelaku tahu kehadiran polisi dan kabur. Motor curian ditinggal.

2 Pelaku terpisah. Taufik ke hutan, sedangkan Pajuri pontang-panting tak jelas arahnya. Polisi sempat bingung karena Pajuri seolah lenyap. Setelah ditelisik lebih jauh, ternyata Pajuri nyemplung ke sumur sedalam 10 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direskrimum Polda Kalsel Kombes Yustain Apiani membenarkan penangkapan tersebut. Kedua pelaku yang berasal dari Desa Batang Kulur Kiri, Kecamatan Sungai Raya, HSS itu telah diamankan di Mapolres HSS.

"Sudah ditangkap berkat kerja sama Resmob Polda, Polres Hulu Sungai Selatan dan Banjarbaru," kata Yustain.

Kanit Resmob Polda Kalsel AKP Arief Prasetya yang memimpin operasi penangkapan menambahkan, Pajuri nyaris tenggelam karena cukup lama berada di sumur. Dia diberi tali agar bisa naik.

"Keduanya residivis di kasus yang sama," jelas Arief.

Dari hasil operasi, polisi mengamankan 2 parang, Yamaha Mio, Hondra Supra X, dan celana jeans yang ada darahnya. Sementara hingga saat ini korban perampokan masih kritis dan dirawat di RS Hasan Basri Banjarbaru. (trw/jor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini