Project Director pengerjaan MRT Jakarta Osako Kazuya yang merupakan orang Jepang mengkonfirmasi hal tersebut. Namun, bukan berarti proyek tak bisa berjalan dengan baik.
"Melalui hal ini akan ada transfer pengetahuan dari orang Jepang ke Indonesia," tutur Osako di area pembangunan MRT di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Kamis (17/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pekerja MRT (Foto: Rina/detikcom) |
Hal senada diungkapkan Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang (PPIJ) Rachmat Gobel yang datang meninjau pengerjaan MRT. Ia pun berharap, melalui proyek ini, ke depan pekerja Indonesia akan semakin berketerampilan.
"Tadi kita mendapat penjelasan, bagaimana itu transfer teknologi. Kita lihat dari susunan organisasinya bagaimana peranan orang Indonesia," ujar Gobel yang datang bersama Dubes Jepang untuk Indonesia Tanizaki Yasuaki.
"Semoga ini bisa menjadi proyek yang bisa membangun pekerja-pekerja Indones yang berketerampilan. Bisa berperan serta dalam industri transportasi. Termasuk MRT dan sebagainya," jelasnya.
pekerja MRT (Rina/detikcom) |
Proyek MRT dikerjakan oleh 4 tim yang terbagi dalam empat shift. Masing-masing tim terdiri dari sedikitnya 25 orang yang terdiri dari orang Indonesia dan orang Jepang. (rna/mad)











































pekerja MRT (Foto: Rina/detikcom)
pekerja MRT (Rina/detikcom)