Rizal: Menyesatkan, Alasan Pemerintah Naikkan BBM

Rizal: Menyesatkan, Alasan Pemerintah Naikkan BBM

- detikNews
Senin, 14 Mar 2005 16:00 WIB
Bandung - Pernyataan pemerintah bahwa kenaikan harga BBM untuk menyejahterakan rakyat miskin dinilai menyesatkan dan membohongi publik. Pasdahal, selama ini penyaluran dana kompensasi BBM dianggap tidak tepat sasaran dan tidak pernah jelas peruntukannya.Hal ini tercermin dari penyaluran dana kompensasi BBM pada tahun 2002, di mana kurang dari sepertiga rakyat yang menikmati beras miskin, kesehatan dan pendidikan. Sisanya dianggap tidak jelas dan tidak tepat sasaran. Demikian disampaikan mantan Menko Ekuin Rizal Ramli di kampus aula barat ITB, Jalan Ganesha, Bandung, Senin (14/3/2005)."Sebelum menaikkan harga BBM pemerintah seharusnya berencana dulu mengurangi subsidi kepada bank-bank melalui rekap bond yang mencapai Rp 41 triliun tiap tahunnya," ujar Rizal.Menurutnya, pada tahun 2004 dana subsidi untuk bank telah naik dua kali lipat dibandingkan dengan subsidi BBM saat ini. Namun, menurut Rizal, masalah ini tidak pernah dibahas oleh pemerintah termasuk keinginan untuk mengurangi subsidi pada bank-bank tersebut. Rizal lalu mengatakan, jika pemerintah tidak melakukan subsidi terhadap bank, maka pemerintah dapat menabung dana sebesar Rp 15-20 triliun rupiah. "Selama 100 hari pemerintah SBY-Kalla payah. Mencari gampangnya saja menaikkan harga BBM untuk menutupi anggaran defisit negara," ujar Rizal.Saat ini, menurutnya, ada beberapa hal yang semestinya dilakukan oleh pemerintah. Diantaranya, melakukan negosiasi masalah utang, menjalankan moratorium, serta melakukan pembenahan pada aparatur pajak. "Itu belum dilakukan karena terkait dengan para pemilik modal serta banyak pejabat yang menjadi anak manis di depan para kreditor," ujarnya. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads