DetikNews
Kamis 17 Maret 2016, 17:34 WIB

Begini Cara Pekerja MRT Berbagi Tugas 'Lubangi' Perut Kota Jakarta

Rina Atriana - detikNews
Begini Cara Pekerja MRT Berbagi Tugas Lubangi Perut Kota Jakarta Foto: Arifin Asydhad
Jakarta - Pengerjaan Mass Rapid Transit (MRT) di Ibu Kota, terus digeber. Ditargetkan Februari 2019 mendatang pengerjaan MRT tahap 1 dengan rute Lebak Bulus - Kampung Bandan, bisa selesai.

Project Director pengerjaan MRT Jakarta Osako Kazuya mengatakan, proyek MRT dikerjakan oleh pekerja asal Indonesia dan juga Jepang. Sejauh ini tak banyak kesulitan yang dihadapi, namun minimnya pengalaman pekerja Indonesia dalam menggarap proyek MRT merupakan salah satunya problemnya.

"Pekerja Indonesia tidak punya pengalaman dalam mengerjakan hal ini. Maka kami harus terlebih dahulu mengajarkannya," ujar Osako di area pembangunan MRT di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Kamis (17/3/2016).

Osako yang merupakan salah satu teknisi terbaik Jepang dalam hal pengeboran menjelaskan, pekerja dibagi menjadi 4 shift dalam 24 jam. Dua shift siang, dan dua shift malam.

Posisi tertinggi di lapangan yaitu Tunnel Manager yang dipegang oleh orang Jepang. Di bawahnya ada seorang Deputy Tunnel Manager yang merupakan orang Indonesia.

Foto: Arifin Asydhad

Di bawahnya lagi, ada dua orang koordinator Supervisor yang membawahi masing-masing dua shift. Keduanya merupakan orang Indonesia.

Di bawah koordinator Supervisor, ada seorang Supervisor yang membawahi puluhan pekerja. Supervisor ini adalah orang Jepang, sedangkan puluhan pekerjanya merupakan orang Indonesia.

Selain pekerjanya yang berasal dari dua negara, perusahaan konstruksinya juga turut berkolaborasi. Misalnya saja untuk pengerjaan dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Haji Nawi, dikerjakan oleh perusahaan konstruksi asal Jepang, Tokyu, dan asal Indonesia, Wika.

Stasiun Bawah Tanah (Arifin Asydhad/detikcom)

Kontraktor dari Stasiun Haji Nawi hingga Stasiun Jenderal Sudirman yaitu kolaborasi antara Obayashi, Shimizu, dan Jaya. Lalu dari Stasiun Jenderal Sudirman hingga perbatasan Setiabudi-Dukuh atas, dikerjakan oleh Shimizu, Obayashi, Wika, dan Jaya. Sisanya untuk fase 1 yaitu dari antara Setiabudi dan Dukuh Atas hingga Bundaran HI dikerjakan oleh Mitsui-Sumitomo dan Hutama Karya.

"MRT dari Stasiun Pasar Jumat di Lebak Bulus hingga Stasiun Jenderal Sudirman berada di atas tanah, sedangkan sisanya hingga Bundaran HI berada di bawah tanah," jelas Pimpinan JICA Indonesia Office Ando Naoki di lokasi yang sama.
(mad/mad)
mrt
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed