Harusnya Jalan di Depan Kedubes Australia Sudah Bisa Dibuka
Senin, 14 Mar 2005 15:53 WIB
Jakarta - Penutupan jalur lambat Jl HR Rasuna Said, yang ada dua ruas, tepatnya di depan Kedubes Australia, sudah tidak perlu dilakukan. Pasalnya, proyek pembangunan pagar Kedubes boleh dibilang sudah nyaris rampung.Menurut pantauan detikcom, Senin (14/3/2005) pukul 15.30 WIB, tidak ada aktivitas mencolok di jalur lambat depan Kedubes yang ditutup itu. Semula, jalur lambat yang ditutupi lapisan seng itu digunakan aktivitas para kuli bangunan yang tengah membangun pagar beton setinggi 2 meter. Pagar itu mengelilingi sasaran bom 9 September 2004 itu.Namun, menurut pengamatan detikcom, pagar itu sudah jadi, tinggal pengerjaan pernak-pernik saja. Para kuli bangunan juga lebih terkonsentrasi di halaman dalam Kedubes untuk membangun pagar lapis kedua. Kedubes Australia memang merencanakan membangun perlindungan kelas wahid pasca bom 9 September silam. Salah satunya dengan membangun pagar dobel.Pagar pertama dan kedua dipisahkan jarak sekitar semeter. Pagar pertama berada di pinggir Jl Rasuna. Sedangkan yang kedua, lebih menjorok ke halaman. Pembangunan pagar lapis kedua, menurut pantauan detikcom, tidak memerlukan penutupan jalan."Tiap hari sini memang macet. Sudah biasa," komentar Antok, salah satu kuli bangunan yang ditemui detikcom. Ketika ditanya kapan proyek yang dibangunnya akan berakhir, Antok mengaku tak tahu. "Kita mah kerja aja," katanya.Saat ngobrol dengan Antok yang tengah membangun pagar bagian dalam, lalu lintas di sekitar Kedubes Australia, macet total. Selain karena volume kendaraan yang tinggi, juga karena penutupan dua ruas jalur lambat itu. Duh!
(nrl/)











































