"Ini isunya dinaikin lagi. Semoga sih tidak, kalau dinaikin sampai 20% ini terlalu berat buat kita, buat perorangan. Jadi kita akan mencoba cari, jika ada partai yang melamar kenapa tidak," ujar Adhyaksa di Restoran Tartine, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, (17/3/2016).
Adhyaksa menyoal hal tersebut karena waktu yang semakin mepet untuk mengejar target 15-20% dari total DPT warga DKI. Sejauh ini tim relawan yang mengusung Adhyaksa baru mengumpulkan kurang lebih 95.000 KTP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adhyaksa mengaku realistis, jika memang nantinya elektabilitasnya jelang batas akhir pengumpulan tak kunjung naik, ia tak akan memaksakan diri. Ia juga akan menyerahkan konsep yang sudah dibuatnya bagi siapapun calon yang nanti menang saat pilkada digelar.
"Kalau nanti elektabilitias saya rendah terus, saya tak akan memaksakan diri. Siapa yang lebih baik dari kita, kita akan dorong siapa lagi yang punya visi sama. Saya juga akan menyerahkan konsep saya 9 Manifesto untuk Jakarta Sejahtera," tutur dia.
Untuk urusan dukungan partai politik, Adhyaksa akan terus berupaya meraihnya. Meski Ia mengaku sampai saat ini belum ada partai yang menyatakan secara resmi untuk mendukung pencalonannya.
"Baru satu partai yang melamar saya, Partai Kaipang yang ada di cerita Kopinghoo, belum ada maksud saya," ujar dia seraya tertawa.
(van/tor)











































