Siap Lawan Ahok, Adhyaksa Dault Tak Sudi Jadi Cawagub

Jelang Pilgub DKI

Siap Lawan Ahok, Adhyaksa Dault Tak Sudi Jadi Cawagub

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Kamis, 17 Mar 2016 14:59 WIB
Siap Lawan Ahok, Adhyaksa Dault Tak Sudi Jadi Cawagub
Foto: Wisnu Prasetiyo
Jakarta - Adhyaksa Dault menepis isu yang beredar di masyarakat bahwa dirinya bersedia menurunkan targetnya untuk menjadi cawagub, jika memang elektabilitasnya tak kunjung naik.

"Saya tidak akan menjadi cawahub, orientasi saya bukan kekuasaan, saya sudah pernah menjadi Mempora saya berusaha mencari perubahan," ujar Adhyaksa Dault di Restoran Tartine, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, (17/3/2016).

Adhyaksa menyampaikan hal tersebut dalam diskusi yang dihadiri dari teman-teman Eksponen Muda Lintas Iman (EMLI) yang telah mendeklarasikan dukungannya sejak 11 Januari lalu. Dalam acara ini, EMLI juga menyodorkan beberapa nama cawagub yang nantinya bisa dipertimbangkan oleh Adhyaksa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikutnya Adhyaksa menjelaskan tekadnya untuk memberikan penawaran yang lebih baik buat masyarakat Jakarta dibanding dengan calon petahana, Ahok. Jika kalah, Ia menilai itu bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat DKI.

"Dalam rangka mencoba lebih baik dari petahana sekarang, utamanya soal membangun manusia. Kalau nggak berhasil Ini bagian dari proses pendewasaan kita. Yang jelas kita bersaing secara fair. Kita tidak akan menggunakan cara cara saling menjatuhkan," tambah dia.

Dalam kesempatan ini, sekali lagi Ia menjelaskan visi misinya untuk mengembakikan Jakarta menjadi kota yang nasionalis-relijius.

"Saya akan membangun Jakarta dengan teguh beriman dan nasionalisme relijius. Kita bangun komunikasi yang baik dengan semua tokoh dan membangun manusia Jakarta yang berkarakter demikian," sambung dia.

Ia juga menepis isu yang beredar di media sosial yang menyebutkan dirinya anti Kristen. Adhyaksa menjelaskan soal pengalamannya merutinkan kebiasaan mengaji dan persekutuan doa bagi umat Kristiani.

"Saya dipojokkan dengan istilah anti Kristen, wajib mengaku wajib oukemene selama jadi menpora, saya selalu absen mereka setiap hari. Setiap tahun kita kirim 2 orang ke Makkah dan Yerusalem kita tidak anti Kristen, kita nasionalis relijius. Lakum dinukum waliyadin," ujar dia.

(van/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini