"Saya apresiasi pembangunan dan program yang Dedi lakukan di Purwakarta yang tidak linear tapi out of the box," jelas Surya Paloh saat berada di Gedung Negara Bale Nagri Kabupaten Purwakarta, Kamis (17/3/2016).
Politikus kelahiran Banda Aceh itu pun mengaku baru pertama kali menginjakkan kakinya di Kabupaten Purwakarta. Namun begitu memasuki Kabupaten Purwakarta dia dibuat terkesima dengan pembangunan yang ada dengan mengusung kearifan lokal, terutama kebudayaan Sunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin semangat masyarakat untuk ikut membangun dan mendukung kebijakan pemerintah tinggi sekali. Dan masyarakat merasa ikut memiliki Purwakarta. Itu yang kita harapkan secara nasional," ungkapnya.
Bahkan Surya Paloh dibuat berkali-kali mengacungkan jempol saat Dedi memaparkan pencapaian Kabupaten Purwakarta seperti adanya asuransi kesehatan jauh sebelum adanya BPJS, pendidikan karakter berbudaya, sekolah gratis hingga SMA, hingga adanya toilet di setiap kelas sekolah.
Sementara itu, Dedi mengungkapkan, apa yang dilakukan Pemkab Purwakarta merupakan bentuk semangat restorasi Sunda dengan pola penegakan Pancasila sebagai dasar ideologi Indonesia.
"Seperti halnya saya merubah mindset sekolah yang bukan hanya akademik, tapi juga ada kultur kebudayaan. Sehingga anak-anak di desa bisa maju dengan pertanian atau peternakan, dan akan di perkotaan maju dengan industri kreatifnya," beber Dedi.
Usai berbincang sejenak, Dedi pun secara spontan mengajak Surya Paloh untuk melihat program Sekolah Ideologi yang rutin digelar setiap hari Kamis di lingkungan Pemkab Purwakarta. Tak hanya itu Dedi meminta agar Surya Paloh untuk memberikan ilmu terhadap 100 pelajar SMA yang mengikuti Sekolah Ideologi.
Lagi-lagi Surya Paloh dibuat terkesan dengan adanya Sekolah Ideologi. Menurutnya pendidikan semacam itu perlu diberikan sejak dini terutama disaat seperti saat ini yang nilai-nilai ideologi pancasila tak lagi banyak dimengerti dan dipelajari oleh generasi muda. (trw/trw)











































