DetikNews
Rabu 16 Maret 2016, 23:58 WIB

Menag Minta Saudi Perbaiki Fasilitas Haji, Dari Tenda Arafah Hingga Listrik

Nur Khafifah - detikNews
Menag Minta Saudi Perbaiki Fasilitas Haji, Dari Tenda Arafah Hingga Listrik Foto: Yulida/detikcom
Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melakukan kunjungan kerja selama 6 hari di Arab Saudi. Bersama Menkes Nila F Moeloek dan tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, mereka membicarakan permasalahan haji. Lukman menyampaikan beberapa usulan kepada pemerintah Arab Saudi untuk memperbaiki fasilitas haji.

"Pertama, perbaikan kualitas tenda di Arafah agar dibuat permanen dan lebih kokoh," kata Lukman dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Rabu (16/3/2016).

Berdasarkan pengalaman yang terjadi pada tahun 2015, beberapa tenda jamaah Indonesia roboh karena tertiup angin kencang. Lukman meminta, setidaknya tenda di Arafah dibuat seperti di Mina sehingga tak ada lagi insiden tenda roboh.

Selain itu, Lukman juga meminta agar pemerintah Arab Saudi menyediakan pembangkit listrik permanen yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan listrik jamaah selama di Arafah. Setiap tahunnya, ada sekitar 2 juta orang WNI yang melaksanakan ibadah haji, sehingga konsumsi listrik yang digunakan tentu sangat besar.

"Oleh karena itu diperlukan pembangkit listrik yang relatif permanen di Arafah," kata Lukman.

Kemudian untuk fasilitas tenda di Mina, Lukman meminta agar dibuat bertingkat. Luas wilayah Mina sekitar 7,8 kilometer persegi, namun yang dapat ditempati hanya 4,8 kilometer persegi. Sebab selebihnya adalah pegunungan batu. Sementara itu, ketika menginap di Mina, seluruh jamaah haji diharuskan berada dalam kawasan ini. Padahal, total jamaah haji setiap tahunnya  berkisar 2 juta orang, sangat padat.

"Tenda jamaah di Mina perlu dibuat bertingkat seperti Jamarat (tempat lontar jumrah), sehingga  tidak ada jamaah yang ditempatkan di luar Mina," ucapnya.

Lukman juga meminta agar pemerintah Arab Saudi menyediakan fasilitas pos kesehatan darurat pada rute jamaah dari tenda di Mina menuju Jamarat. Keberadaan pos kesehatan ini penting untuk mengantisipasi jamaah yang membutuhkan pertolongan kesehatan darurat dalam perjalanan dari Mina ke Jamarat atau sebaliknya.

"Tahun lalu kita melihat kondisi seperti itu tidak bisa dilayani dengan baik karena keterbatasan sarana kesehatan bagi jamaah haji," keluh Lukman.

Tak lupa, Lukman juga menagih santunan bagi korban crane di Masjidil Haram. Menteri Haji Saudi memastikan bahwa pencairan dana tersebut sudah hampir memasuki tahap akhir.

"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, semua jamaah dari berbagai negara yang menjadi korban akan mendapatkan santunan," tuturnya.


(khf/kha)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed