Temui Kiai NU di Jombang, Luhut Ingatkan Ancaman ISIS di Indonesia

Temui Kiai NU di Jombang, Luhut Ingatkan Ancaman ISIS di Indonesia

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 16 Mar 2016 21:22 WIB
Temui Kiai NU di Jombang, Luhut Ingatkan Ancaman ISIS di Indonesia
Luhut temui Kiai NU (Foto: Engran/detikcom)
Jombang - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan ancaman besar dari pentolan teroris ISIS yang akan kembali masuk ke Indonesia. Menurut dia, para pimpinan teroris itu mengincar Indonesia untuk dijadikan negara Islam.

Itu disampaikan Luhut di hadapan para kiai se Jawa Timur di Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras Jombang, Rabu (16/3/2016). Dia menjelaskan, saat ini situasi keamanan di Timur Tengah penuh ketidak pastian. ISIS sebagi organisasi teroris kelas dunia saat ini sedang berperang di sejumlah negara untuk memperkuat kedudukannya.

Kondisi itu justru membuat ISIS berpotensi besar mengepakkan sayapnya ke Indonesia. Berdasarkan data intelijen yang dia dapatkan, Bahrun Naim yang merupakan dalang aksi teror di MH Thamrin akan membangun negara Islam di Indonesia. Bahrun yang masih satu jaringan dengan Oman Abdurrahman, pentolan ISIS saat ini bersembunyi di Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tak ingin ketidak stabilan di timur tengah diekspor ke Indonesia. Mereka mencoba akan membuat khilafah (negara Islam) baru di Indonesia dengan permintaan Oman Abdurrahman maupun Bahrun Naim. Namun, sampai saat ini belum diiyakan oleh Baghdad," ungkapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Luhut, saat ini Polri menjalin kerjasama dengan BIN dan PPATK untuk melacak pergerakan teroris di Indonesia. Termasuk juga aliran dana mereka yang akan digunakan untuk membiayai aksi teror di tanah air.

Namun, dia menegaskan, upaya pencegahan aksi teror di Indonesia tak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dia meminta bantuan para kiai NU untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tak mudah disusupi paham radikal.

"Saya berharap NU memberi pencerahan, lebih penting lagi bersama-sama menangkal radikalisasi di Indonesia. Peran kiai sangat penting," tuturnya. (rvk/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini