Itu disampaikan Luhut di hadapan para kiai se Jawa Timur di Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras Jombang, Rabu (16/3/2016). Dia menjelaskan, saat ini situasi keamanan di Timur Tengah penuh ketidak pastian. ISIS sebagi organisasi teroris kelas dunia saat ini sedang berperang di sejumlah negara untuk memperkuat kedudukannya.
Kondisi itu justru membuat ISIS berpotensi besar mengepakkan sayapnya ke Indonesia. Berdasarkan data intelijen yang dia dapatkan, Bahrun Naim yang merupakan dalang aksi teror di MH Thamrin akan membangun negara Islam di Indonesia. Bahrun yang masih satu jaringan dengan Oman Abdurrahman, pentolan ISIS saat ini bersembunyi di Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, lanjut Luhut, saat ini Polri menjalin kerjasama dengan BIN dan PPATK untuk melacak pergerakan teroris di Indonesia. Termasuk juga aliran dana mereka yang akan digunakan untuk membiayai aksi teror di tanah air.
Namun, dia menegaskan, upaya pencegahan aksi teror di Indonesia tak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dia meminta bantuan para kiai NU untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tak mudah disusupi paham radikal.
"Saya berharap NU memberi pencerahan, lebih penting lagi bersama-sama menangkal radikalisasi di Indonesia. Peran kiai sangat penting," tuturnya. (rvk/rvk)










































