Pria ini Aniaya Anak hingga Pingsan karena 3 Hari Tak Pulang ke Rumah

Pria ini Aniaya Anak hingga Pingsan karena 3 Hari Tak Pulang ke Rumah

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 16 Mar 2016 17:51 WIB
Pria ini Aniaya Anak hingga Pingsan karena 3 Hari Tak Pulang ke Rumah
Foto: Chaidir Anwar T/detikcom
Pekanbaru - Sungguh tega ayah kandung yang satu ini. Dia menganiaya anaknya yang tak pulang ke rumah. Beruntung, nyawa korban masih bisa tertolong.

Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Pekanbaru, Ipda Bahari Abdi, saat dihubungi detikcom, Rabu (16/3/2016), mengatakan korban yang berusia 8 tahun kini dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau. Dia mengalami luka sayatan di leher.

Peristiwa ini terjadi pada, Minggu (13/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, korban baru pulang ke rumahnya. Ayah kandung korban, Dedi Ermanto (40) lantas marah melihat anaknya yang sudah tiga hari tidak pulang ke rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban lantas dipukuli. Korban sudah minta ampun, tapi pelaku tetap emosional. Setelah memukuli, pelaku mengambil pecahan gelas dan menyayat leher korban," kata Abdi.

Korban pingsan. Pelaku meminta warga, Zulkifli (30) membawa korban ke Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. "Sampai di sana, bocah itu ditinggalkan di perkebunan sawit," kata Abdi.

Pagi harinya, Senin (14/3) warga menemukan korban yang tergeletak. Warga mengira korban tak bernyawa, namun ternyata masih hidup. Warga segera membawanya ke Puskesmas setempat.

"Pihak Puskesmas tidak sanggup menangani. Lantas korban di rujuk warga sekitar ke RS Bhayangkara di Pekanbaru," kata Abdi.

Dari sana pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Tak lama, pelaku ditangkap. Pun halnya dengan Zulkifli. "Keduanya kini sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Abdi.

Kepada polisi, pelaku mengaku kesal karena korban jarang pulang ke rumah. Korban lebih suka hidup bersama ibu tirinya. "Ibu tirinya itu merupakan istri ke empat ayahnya," kata Abdi.

Ibu kandung korban berada di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sejak bercerai. "Korban dan pelaku selama ini adalah pengemis yang selalu berpindah-pindah di Pekanbaru," kata Abdi.

Ayah korban sendiri, lanjut Abdi, mengalami cacat puntung tangan kanannya. "Jadi selama ini mereka sama-sama menjadi pengemis," kata Abdi. (cha/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads