Gubernur Ganjar Dukung BNN Tes Urine Kepala Daerah: Pak Buwas itu Buas Betul

Gubernur Ganjar Dukung BNN Tes Urine Kepala Daerah: Pak Buwas itu Buas Betul

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 16 Mar 2016 14:58 WIB
Gubernur Ganjar Dukung BNN Tes Urine Kepala Daerah: Pak Buwas itu Buas Betul
Foto: Agung Pambudhy
Pati - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mendukung penuh langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) yang tidak pandang bulu memberantas narkoba termasuk di kalangan pejabat daerah. Ganjar pun memperingatkan bawahannya agar tidak berurusan dengan narkoba.

"Tidak hanya kepala daerah, semuanya. Tidak hanya urine, ada teknologi yang lebih canggih lagi dari BNN, bisa dilakukan. Saya orang yang ikut geram, kan itu kejadian di Sumatera Selatan, masih muda, kan harapan orang banyak. Saya dukung sepenuhnya langkah BNN," kata Ganjar usai menghadiri Peringatan Hari Jadi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-66 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Kabupaten Pati, Rabu (16/3/2016).

Ganjar menegaskan, jika sudah masuk wilayah publik terutama pejabat daerah, segala gerak akan terbatas termasuk dalam menggunakan anggaran maupun gaya hidup yang melibatkan narkoba maupun obat terlarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seluruh kepala daerah hati-hati, jangan gunakan kewenangan dengan salah, jangan gunakan uang negara dengan keliru, jangan narkoba! Ini diingatkan betul agar soal moralitas, integritas, bisa terjaga betul, susila termasuk," tandasnya.

Politisi PDIP itu juga memperingatkan bahwa keburukan pasti akan terbongkar apalagi jika sudah menjadi prilaku buruk sehari-hari. Hal itu juga termasuk kecurangan pada proses pendaftaran menjadi calon kepala daerah misalnya soal data kesehatan.

"Gusti Allah mengingatkan dengan caranya. Kalau bicara hukum tidak selesai, ternyata diselesaikan di belakang, ternyata proses yang dulu dicurigai, hari ini terbongkar (kasus Bupati Ogan Ilir). Tidak usah ditutup-tutupi, kalau sudah jadi prilaku mesti konangan (ketahuan). Mereka seolah merasa aman pada lingkungan kekuasaan. Tapi hari ini siapa yg bisa melindungi," terang Ganjar.

Selain itu, menurut Ganjar BNN pada masa kepemimpinan Budi Waseso bergerak cepat dan tidak segan menyasar pejabat daerah. Ganjar mendukung penuh kegiatan BNN termasuk tes urine pejabat daerah.

"Pak Buwas itu buas betul, artinya masuk-masuk luar biasa. Dia punya kemampuan reserse, daya intipnya luar biasa. Jadi waktu ngobrol sama saya, tak dukung penuh, dan memang harus ekstra ordinary. 40 orang mati setiap hari karena narkoba, mau jadi apa, terus mau jadi kepala daerah, bernarkoba ria?" katanya.

Saat ini, lanjut Ganjar, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kepala BNNP Jateng, Brigjen Amrin Remico. Ia pun setuju jika BNN diangkat setingkat kementerian.

"Ya mungkin akhirnya harus dipertimbangkan serius. Kalau extra ordinary crime, yaΒ  harus ditangani extra ordinary juga, tidak perlu koordinasi, langsung sikat," tegasnya. (alg/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads