Dari Jaksa Senior, Jenderal Polisi hingga Eks Ketua KY Daftar Hakim Agung

Dari Jaksa Senior, Jenderal Polisi hingga Eks Ketua KY Daftar Hakim Agung

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Rabu, 16 Mar 2016 13:30 WIB
Dari Jaksa Senior, Jenderal Polisi hingga Eks Ketua KY Daftar Hakim Agung
Eman Suparman (rachman/detikcom)
Jakarta - Peserta seleksi hakim agung 2016 lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain dari internal yudikatif, peminat juga banyak dari non yudikatif seperti jaksa, pengacara, jenderal polisi hingga mantan Ketua Komisi Yudisial (KY).



"Kemarin KY seharian mengadakan rapat pleno untuk menentukan calon hakim agung dan ad hoc. Yg memenuhi administrasi 86 orang dan calon hakim ad hoc tipikor di MA 42 orang," ujar Kabid Rekrutmen Hakim KY Maradaman Harahap dalam konferensi pers di Gedung KY, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (16/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari nama-nama yang lolos administrasi, terdapat nama-nama yang familiar di telinga publik. Seperti Sekretaris Jamwas Kejaksaan Agung M Jasman Panjaitan yang juga pernah menjadi Kapuspenkum Kejagung. Dari kalangan pengacara, nama Tommy Sihotang juga lolos seleksi administrasi. Nama Tommy kerap muncul karena beberapa kali membela terdakwa korupsi di Pengadilan Tipikor Jakarta.  Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Eman Suparman juga ikut mendaftar setelah purna tugas di KY pada Desember 2015 lalu.

Dari korps Bhayangkara, lolos Anjak Wassidik Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Yuskam Nur sedangkan dari akademisi lolos pula guru besar Universitas Jember Prof Dr Arief Amrullah. Dari kalangan eksekutif, ada nama staf ahli Kemenkum HAM, Wicipto Setiadi.

Dari internal yudikatif, beberapa nama yang familiar juga lolos seperti Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur. Ada pula hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, Pramodana Kumara Kusumah Atmadja yang juga cucu Ketua Mahkamah Agung (MA) pertama Kusumah Atmadja.
Hakim nyentrik, Muslich Bambang Luqmono juga lolos seleksi adminsitrasi. Pria yang akrab disapa MBL ini memilih sepeda gowes ke kantornya daripada naik kendaraan bermotor. 


Dari PT Jakarta, ada juga nama Kresna Menon dan Hamuntal Pane. Nama Kresna dikenal publik pada 2009 saat memprotes para hakim tidak mendapatkan gaji ke-13 layaknya PNS lainnya. Dari internal MA, ada nama panitera pengganti Pri Pambudi Teguh, yang namanya dikenal publik saat salah ketik putusan Yayasan Supersemar di tingkat kasasi. Selain itu, ada pula nama-nama calon hakim agung khusus kamar militer dari pengadilan militer dan calon hakim agung untuk kamar agama.

Calon-calon yang telah lolos administrasi ini akan mengikuti seleksi kualitas dan pembuatan makalah pada tanggal 28-29 Maret 2016 di Balitbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung, Mega Mendung, Bogor.

"Habis itu ada tes lanjutan, assesment, kesehatan dan wawancara sampai kita dapat jatah sesuai yang dibutuhkan MA. Setelah itu kita usulkan ke DPR, baru nanti DPR milih," ujar Maradaman. (aws/asp)


Berita Terkait