Naikkan BBM, Pemerintah=Badut
Senin, 14 Mar 2005 13:29 WIB
Surabaya - Aksi demo menolak kenaikan harga BBM masih marak. Di Surabaya, demo menolak kenaikan harga BBM digelar di gedung DPRD Surabaya. Demonstran memakai kostum badut. Menurut mereka, karena telah menaikkan harga BBM, pemerintah sama dengan badut. Aksi ini usai sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (14/3/2005). Meski hanya diikuti oleh tujuh orang, namun aksi ini sempat menjadi perhatian masyarakat, khususnya pemakai kendaraan yang sedang melewati Jl. Yos Sudarso. Sebelum beraksi di halaman gedung DPRD Surabaya, demonstran yang menamakan diri Aktivis Rakyat Surabaya Bersatu ini melakukan long march dari Jl. Pemuda. Sebagian dari mereka mengenakan kostum badut. Masing-masing badut memeragakan sebagai presiden, pejabat, dan DPRD. Sebagian lainnya mengenakan pakaian compang-camping, yang menyimbolkan rakyat jelata. Seorang anak kecil yang berpakaian sekolah dasar juga diikutkan dalam aksi ini. Aksi ini mereka gelar sebagai protes mereka terhadap kenaikan harga BBM. Dalam aksinya, demonstran juga membawa piagam penghargaan yang pantas diberikan kepada presiden, menteri dan anggota dewan. Piagam itu diberikan, karena menurut mereka, pemerintah telah berhasil menyengsarakan rakyat dengan menaikkan harga BBM, sehingga harga kebutuhan pokok melangit harganya. Menurut Hasanuddin, salah seorang demonstran, kenaikan harga BBM ini merupakan cermin Presiden SBY telah melanggar janjinya saat kampanye. "Rakyat itu kini ibaratnya tinggal di negara badut, yang semuanya serba tidak pasti. Rakyat hanya dijejali dengan janji-janji, tapi tidak pernah terbukti," ungkapnya.
(asy/)











































