Rizal Sukma Bawa Indonesia untuk Aktif di Organisasi Maritim Internasional

Rizal Sukma Bawa Indonesia untuk Aktif di Organisasi Maritim Internasional

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 16 Mar 2016 05:56 WIB
Rizal Sukma Bawa Indonesia untuk Aktif di Organisasi Maritim Internasional
Foto: Dok. KBRI London
Jakarta - Rizal Sukma menyerahkan Letter of Introduction sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO) kepada Sekjen IMO Kitack Lim. Rizal yang juga peneliti dari CSIS itu akan membawa Indonesia untuk berperan aktif dalam IMO.

Sebagaimana keterangan pers dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Ingris yang diterima detikcom, Rabu (16/3/2016), Rizal yang juga Dubes Indonesia untuk Inggris dan Irlandia itu menyatakan komitmen pemerintahan Presiden Jokowi untuk IMO.

Rizal menyampaikan Indonesia akan terus berperan aktif sebagai anggota IMO. Keberadan IMO sangat penting karena Presiden Jokowi tengah membangun laut di Indonesia sebagai sarana transportasi laut dan perikanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keberadaan IMO menjadi sangat penting bagi Indonesia mengingat Presiden Jokowi menjadikan maritim, khususnya pembangunan transportasi laut serta perikanan, sebagai salah satu prioritas," kata Rizal.

(Baca juga: Jadi Dubes Organisasi Maritim Dunia, Rizal Sukma Soroti Polusi di Laut)

Permasalahan lainnya, yang terjadi di laut seperti perubahan iklim dan migrasi manusia. IMO siap bekerjasama dengan Indonesia di Bidang Keselamatan Kerja dan Keamanan Pelayaran, serta pencegana polusi laut oleh kapal.

Sekjen IMO Kitack Lim menyambut baik penunjukkan Rizal Sukma sebagai Wakil Tetap RI untuk IMO dan menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan Indonesia di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran serta pencegahan polusi laut oleh kapal. Lim juga tertarik dengan program kemaritiman Presiden Jokowi.

Sekaligus dalam kesempatan ini, IMO menyampaikan undangan untuk Presiden Jokowi agar berpidato mengenai kebijakan maritim Indonesia pada sidang IMO bulan Maret nanti. Rencananya pada acara itu, akan hadir 171 perwakilan negara.



(dnu/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads