Aksi Ganyang Malaysia di Yogya Diwarnai Keseleo Lidah
Senin, 14 Mar 2005 13:05 WIB
Yogyakarta - Aksi ganyang Malaysia masih saja terjadi. Misalnya saja yang dilakukan puluhan warga Yogyakarta yang tergabung dalam Komando Aksi Bela Negara (Kaben). Kaben menyerukan ganyang Malysia dan menyatakan mendukung sikap tegas TNI mempertahankan keutuhan NKRI dalam kasus Blok Ambalat. Mereka juga siap ikut mobilisasi umum melawan Malaysia bila diperlukan.Aksi digelar di halaman gedung DPRD DIY di Jl Malioboro Yogyakarta, Senin (14/3/2005) mulai pukul 10.30 WIB. Peserta aksi adalah massa Paguyuban Manunggal Karso Kecamatan Gedong Tengen, Front Anti Komunis Yogyakarta dan beberapa perwakilan BEM Yogyakarta.Di halaman dewan, massa kemudian menggelar orasi sambil mengacung-acungkan beberapa poster dan spanduk yang dibawanya. Poster dan spanduk di antaranya bertuliskan "Siap Bela NKRI Untal Malaysia, Malaysia Sudah Gila Harus Disikat, Diplomasi Gagal Indonesia Siap Perang.""Cukup sudah Ligitan dan Sipadan saja yang lepas dari Indonesia. Ambalat jangan sampai lepas lagi," kata koordinator aksi Kaben, Burhanuddin, dalam orasinya.Menurut dia, klaim sepihak Blok Ambalat oleh Malaysia menunjukkan bahwa Malaysia bersikap arogan dan hendak menginjak-injak kedaulatan RI. Sebab kawasan Blok Ambalat adalah sah milik RI, bukan Malaysia. Oleh karena itu klaim Malaysia harus dilawan. Sebab hal itu merupakan salah satu bentuk aneksasi atau pencaplokkan wilayah.Dia mengatakan pihaknya mendukung sikap tegas TNI dalam menjaga NKRI yang berada di perairan sekitar Ambalat untuk mempertegas batas wilayah. Selain itu juga mendukung upaya perundingan dan diplomasi yang dilakukan."Namun apabila jalur diplomatik sudah tak bisa lagi, pemerintah harus tegas, harus berani berperang menghadapi Malaysia," kata Burhanuddin langsung disambut dengan yel-yel "ganyang, ganyang Malaysia" berkali-kali.Seusai berorasi, massa kemudian ditemui oleh dua orang anggota dewan yakni wakil ketua DPRD DIY Istianah ZA bersama anggota Agus Sulistyono. Dalam orasinya Agus menyatakan mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah RI dalam kasus Ambalat.Namun saking berapi-apinya, saat berorasi Agus sempat sedikit keseleo lidah. "Pertahankan NKRI, pertahankan Ligitan dan Sipadan!" teriak Agus. Namun setelah tahu kalau salah mengucapkan, Agus kemudian ganti berteriak, pertahankan Ambalat. "Pertahankan Ambalat!" ralat Agus tersipu. Jangan-jangan tak tahu juga di mana Ambalat berada?
(nrl/)











































