RI Pilih Jerman Tangani Sistem Peringatan Dini Tsunami
Senin, 14 Mar 2005 12:22 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia memilih Jerman untuk menangani sistem peringatan dini tsunami yang akan dipasang di Samudera Hindia. Dengan sistem peringatan dini ini, diharapkan dampak akibat tsunami bisa diminimalisir di masa mendatang.Untuk kepentingan itu di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Senin (14/3/2005), dilakukan penandatanganan kerjasama antara Menteri Pendidikan dan Penelitian Jerman HEE. Bulmahn dengan Menristek Kusmayanto Kadiman"Saya merasa sangat senang sekali bahwa Indonesia telah memilih konsep pemerintahan Jerman mengenai peringatan dini tsunami yang dikerjakan dengan teknologi muktahir pemerintah Jerman. Sistem ini dapat mensuplai data dalam waktu yang cepat dan dapat memungkinkan untuk memberikan peringatan dini terjadinya tsunami," papar Bulmanh.Sementara itu, Kusmayanto Kadiman mengatakan, gempa yang terjadi pada 26 Desember 2004 lalu telah memgharuskan pemerintah bekerja sama dengan pihak lain."Tidak hanya Indonesia namun beberapa negara lainnya di Asia Tenggara dan Asia Selatan juga. Kita harus menanggulangi dampak yang dapat diberikan dari bencana tersebut di masa yang akan datang. Karena itu, pembahasan tentang sistem peringatan dini tsunami amatlah penting," katanya.Selain penandatanganan kerjasama sistem peringatan dini tsunami, di Century Park juga digelar workshop yang diadakan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) bekerjasama dengan 20 negara dan beberapa organisasi internasional yang membahas mengenai kemampuan Global Telecomunication System (GPS) di negara-negara sekitar Samudera Hindia, dan komitmen membangun serta kesepakatan rencana tindak lanjut untuk memperkuat GTS di masing-masing negara.Selain itu, pada 16-18 maret 2005 juga akan dilaksanakan pertemuan para ahli yang akan mengevaluasi status terkini dari GTS dan menyusun rencana teknis operasional penyebaran data dan peringatan dini melalui GTS.
(umi/)











































