Sering Nombok, Harta Kwik Kian Gie Berkurang Rp 400 Juta
Senin, 14 Mar 2005 12:07 WIB
Jakarta - Berbeda dengan eks menteri Kabinet Gotong Royong Era Megawati Soekarnoputri yang hartanya semakin bertambah, Kwik Kian Gie mengaku hartanya malah berkurang sejak tiga tahun menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas. Harta Kwik Kian pada 2001 tercatat berjumlah RP 7,8 miliar dan pada 2004 menurun sekitar Rp 400 juta menjadi Rp 7,4 miliar."Selama tiga tahun menjabat menteri negara Perencanaan Pembangunan Nasional, saya selalu nombok karena pengeluaran lebih banyak dilakukan secara pribadiantara lain memperbaiki ruang kerja. Saya biayai dengan uang sendiri. Kalau minta ganti pada negara prosedurnya setengah mati. Untung ada bunga deposito,jadi saya bisa sedikit-sedikit mempergunakan dari situ," ungkap Kwik Kian Gie di gedung KPK, Jalan Veteran, Jakarta, Senin (14/3/2005).Selain Kwik, KPK hari ini mengumumkan empat harta kekayaan mantan menteri kabinet Gotong Royong yakni Mantan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia Manuel Kaisiepo total harta kekayaan pada 2001 Rp 1,2 miliar dan pada 2005 menjadi Rp 1,7 miliar. Hartanya naik sekitar Rp 500 juta."Saya bisa menghemat karena selama jadi menteri tinggal di rumah dinas dimana seluruh fasilitas ditanggung oleh negara, termasuk tambahan dari uang ransum yang diterima jika bepergian ke luar negeri atau ke luar kota," kata Manuel ketika ditanya mengenai hartanya kian bertambah.Hal senada disampaikan Mantan Menteri Tenaga Kerja Jacob Nuawea yang mengatakan total harta kekayaan tahun 2001 sebesar Rp 1,03 miliar dan total harta kekayaan pada 2005 naik sekitar Rp 400 juta menjadi Rp 1,4 miliar."Saya sering ke luar negeri, jadi uang ransum yang saya dapat sisanya sering saya tabung. Ada juga dari uang taktis yang diterima oleh menteri yang biasanya saya gunakan untuk bantu-bantu seperti ada proposal dari LSM dan mahasiswa yang minta dana kepada kementerian tenaga kerja," ujar Jacob.Jacob mengaku gaji sebagai menteri Rp 19 juta yang diterimanya sebagian digunakan untuk kontribusi partainya.Mantan Jaksa Agung MA Rachman total harta kekayaan tahun 2001 sebesar Rp 2,1 miliar dan US$ 29.600. Total harta kekayaan 2005 sebesar Rp 2,4 miliar dan US$ 49.640.Mantan Menteri Perhubungan Agum Gumelar Total Harta Rp 8,8 miliar dan US$368.846. total harta 2005 Rp 11.053 miliar dan US$ 370.346 Wakil ketua KPK Sjahruddin Rasul menambahkan mantan menteri Kabinet Gotong Royong yang belum menyerahkan harta kekayaan yaitu Mantan Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim dan Menteri Pertahanan Matori Abdul Djalil.
(/)











































