Demo RRI Yogyakarta
GMP Tolak Perang RI-Malaysia
Senin, 14 Mar 2005 11:57 WIB
Yogyakarta - Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GMP) menyatakan menolak terjadinya perang antara Indonesia dengan Malaysia dalam kasus sengketa Blok Ambalat di perairan Sulawesi. Sebagai sesama negara berpenduduk mayoritas muslim, kedua negara sebaiknya menyelesaikan masalah secara damai.Hal itu dikatakan oleh koordinator aksi GMP, Taufik Hidayat saat menggelar aksi di depan kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta di Jl Ahmad Jazuli Kotabaru, Senin (14/3/2005) pukul 10.00 WIB."Kami menolak perang, sebab bila terjadi perang yang rugi bangsa Indonesia dan Malaysia sendiri. Padahal kita sama-sama negera berpenduduk muslim," kata Taufik.Namun dalam kasus sengketa Blok Ambalat, dia menengarai ada konspirasi asing yang sengaja akan mengadu domba antara Indonesia dengan Malaysia. Konspirasi itu dilakukan oleh beberapa perusahaan minyak asing yang ingin memperoleh hak konsesi dan monopoli ekplorasi di Ambalat.Malaysia melalui Petronas memberikan kontrak kepada Shell. Sedangkan Indonesia memberikan kepada perusahaan ENI (Italia) dan Unocal (AS). "Bila kita berperang justru mereka yang untung dan kita tak dapat apa-apa kecuali kerugian," katanya.Taufik juga mengatakan GMP menentang kebijakan pemerintah Indonesia dan Malaysia yang telah memberikan kontrak eksploitasi Ambalat kepada perusahaan asing. Sebab hal itu bertentangan dengan kondisi dalam negeri yang mengalami krisis migas.Selain itu Taufik juga mengingatkan kepada pemerintah SBY-JK agar tidak menjadikan sengketa Blok Ambalat ini sebagai upaya pengalihan isu dantuntutan masyarakat terhadap kenaikan harga BBM.Seusai memberikan pernyataan sikapnya agar disiarkan oleh RRI, 200-an anggota GMP yang berangkat Masjid Syuhada di Jl I Dewa Nyoman Oka itu kemudian melanjutkan aksi dengan longmarch menuju Bunderan kampus Universitas GadjahMada (UGM). Di kampus UGM, mereka kemudian menggelar orasi sambilmembagi-bagikan selebaran.Beberapa spanduk yang dibawa di antaranya bertuliskan "Menumpahkan darah sesama muslim hukumnya haram, perang lawan kapitalis yes, khilafah Islamiyah akan satukan Indonesia-Malaysia."
(nrl/)











































