Geledah Rumah Siyono di Depan Anak TK, KPAI Minta Densus Dievaluasi

Geledah Rumah Siyono di Depan Anak TK, KPAI Minta Densus Dievaluasi

Nograhany Widhi K - detikNews
Selasa, 15 Mar 2016 13:32 WIB
Geledah Rumah Siyono di Depan Anak TK, KPAI Minta Densus Dievaluasi
Foto: Susanto, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)(dokumentasi pribadi)
Jakarta - Densus 88 menggerebek rumah terduga teroris Siyono di Klaten pada Kamis (10/3) yang juga menjadi sekolah TK. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kinerja Densus 88 dievaluasi.

"Negara melalui BNPT dan Densus 88 memiliki kewajiban melakukan langkah pencegahan dan penanganan teror, namun pola kerja penanganan terorisme tak boleh mengganggu ikhtiar perlindungan anak," ujar Wakil Ketua KPAI Susanto dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (15/3/2016).

Penggeladahan Densus 88 di TK Roudlatul Athfal Terpadu Amanah Ummah, imbuh Susanto, menimbulkan ketakutan bagi anak-anak dan bertentangan dengan prinsip perlindungan anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga pola kerja demikian perlu dievaluasi. Kecepatan Densus 88 dalam menangani terorisme positif, namun harus tetap memberikan perlindungan terhadap anak dan memperhatikan asas-asas kepatutan, apalagi instituasi pendidikan sebagai  tempat belajar peserta didik," jelas Susanto.

Setelah menangkap Siyono pada Selasa (8/3/2016) lalu, Densus 88 menggeledah rumah Siyono di RT 11 RW 05 Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, Jateng. Saat itu istri Siyono tengah mengajar di rumah yang juga dikelola sebagai RA Amanah Ummah. Kegiatan belajar mengajar masih berlangsung sehingga penggeledahan itu membuat anak-anak TK ketakutan.
Halaman 2 dari 1
(nwk/nwk)


Berita Terkait