Alwi Sangkal NTT Kelaparan
Senin, 14 Mar 2005 11:45 WIB
Jakarta - Menko Kesra Alwi Shihab menyangkal adanya kelaparan yang kini melanda sedikitnya 8 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT). Yang ada adalah kekhawatiran terjadi kekurangan pangan.Alwi menyampaikan itu menjawab pertanyaan wartawan usai sarapan bersama dengan Presiden SBY di kediaman Presiden di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (14/3/2005). Hadir dalam kesempatan itu Menteri Perdagangan Marie Pangestu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menkominfo Sofjan Djalil, Menko Polhukam Widodo AS.Harian Kompas edisi Minggu kemarin memberitakan, kelaparan di NTT kian meluas. Sebanyak delapan dari 16 kabupaten/kota di NTT dalam kondisi terancam krisis pangan, yakni Flores Timur, Belu, Alor, Manggarai, Sikka, Ngada, Sumba Timur, dan Timor Tengah Selatan. Kelaparan terjadi karena kekeringan sehingga menyebabkan lahan pertanian puso. Hari ini Kompas melaporkan bahwa kabupaten yang mengalami krisis bertambah menjadi 10.Lebih lanjut Alwi Shihab menyatakan, laporan Gubernur dan Wagub NTT pada dirinya menyebutkan, yang terjadi adalah dikhawatirkan akan terjadi kekurangan pangan, sehubungan dengan menipisnya stok beras. "Jadi sampai sekarang belum ada kelaparan," tandas Alwi.Namun menurut laporan yang masuk, pemerintah dalam hal ini Depsos sudah menanggapinya dan akan segera mengirim stok beras Bulog dari daerah terdekat ke 10 kabupaten yang dimaksud. "Jadi tidak usah dikhawatirkan, masalah sedang diatasi," kata menteri asal PKB ini.Alwi menambahkan, bila ada penambahan stok beras dalam waktu dekat, maka apa yang dikhawatirkan tersebut bisa dihilangkan. "Stok beras di masing-masing kabupaten masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga sampai datangnya tambahan stok beras," demikian Alwi.
(nrl/)











































