Pada saat jumpa pers di kantor BNN, Bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi (27) dihadirkan di hadapan awak media. Nofiadi hanya diam lantaran masih dalam pengaruh narkoba alias masih teler.
Apakah Nofiadi hingga saat ini masih teler?
"Saya belum mengecek itu kondisinya bagaimana. Tapi biasanya untuk sadar ya butuh 2 hari," kata Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi saat dihubungi detikcom, Selasa (15/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin kemarin, Nofi tiba di kantor BNN sekitar pukul 14.30 WIB. Dia dan 4 rekannya menumpang mobil BNN Isuzu Panther biru. Tak lama kemudian, BNN menggelar jumpa pers. Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) langsung memberikan penjelasan. Nofi juga dihadirkan dalam jumpa pers itu. Dia duduk di samping Buwas.
"Sekarang ini yang bersangkutan masih dalam kondisi terpengaruh narkoba," kata Buwas.
Menurut Buwas, belum bisa dilakukan pemeriksaan kasus terhadap Nofi. BNN butuh waktu tiga hari, setelah itu ada pemeriksaan darah kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan rambut.
"Kita tidak pandang bulu, tidak mengenai profesi, semua bidang bisa disentuh. Bagaimana seseorang menjadi panutan masyarakat tetapi dia menyalahgunakan narkoba," sesal Buwas.
Nofi ditangkap Minggu (13/3) malam di rumah orang tuanya di Palembang, diduga saat mengkonsumsi narkoba. Selain Nofi, ada empat orang lain yang ditangkap. Sempat ada perlawanan saat operasi penggerebekan itu.
Nofi adalah bupati yang baru dilantik sebulan lalu. Usianya masih muda, 27 tahun. Dia merupakan putra dari Bupati Ogan Ilir sebelumnya, Ir. H. Mawardi Yahya. Nofi sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OI periode 2014-2019 dari Partai Golkar. (dhn/dhn)











































