Pemerintah saat ini tengah berupayaΒ melakukan pengampunan pajak melalui Rancangan Undang-undang (RUU) Tax Amnesty. Ketua Umum Partai Demokrat (PD) angkat bicara soal itu RUU yang drafnya telah berada di tangan DPR itu.
"Masalah pengampunan pajak atau tax amnesty, itu betul-betul harus adil, memulihkan nilai yang nyata terhadap perekonomian kita," ungkap SBY saat memberi sambutan dalam koordinasi dengan pimpinan DPC di Salatiga, senin (14/3/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY belum mengungkap apakah Fraksi PD di DPR akan menerima atau menolak usulan RUU Tax Amnesty. Namun ia berpesan agar dalam proses pembahasan semua dilakukan secara terbuka dan tidak ditutup-tutupi.
"Prosesnya harus transparan dan akuntabel. Itu juga posisi kita, suara kita. Tolong suarakan. Kalau tidak nanti image kita kurang, padahal kita sudah jauh di depan," jelas SBY.
Pengampunan pajak ini menurut pemerintah diperlukan karena akan membawa kembali dana pengusaha Indonesia yang selama ini disimpan di luar negeri agar kembali ke tanah air. Dengan Tax Amnesty, pemerintah berharap pemasukan pajak di Indonesia semakin meningkat dan dapat menambah dana untuk APBN.
SBY mengingatkan kepada para kadernya untuk terus menyuarakan suara rakyat. Dengan demikian maka kepercayaan rakyat akan kembali ke PD dan Partai berlambang Mercy itu bisa kembali berjaya dalam Pemilu 2019.
"Banyak yang sudah kita lakukan percayalah we are on the right track. Politik kita adalah politik yang lurus, bukan politik adu domba, bukan politik yang mengontrol, kita menghormati demokrasi," tutur suami Ani Yudhoyono ini.
Jenderal purnawirawan TNI itu juga mengaku akan mendukung pemerintah jika kebijakan yang dibuatnya bisa benar-benar tepat sasaran dan dirasakan kebaikannya oleh rakyat. SBY berharap agar pemerintah mengeluarkan program-program pro rakyat seperti, disebutnya, telah dilakukan selama ia menjabat sebagai Presiden RI ke-6.
"Tentu dengan catatan pemerintah sudah bekerja dengan baik. Itu yang sudah kita jalankan selama 10 tahun. Yang program-programnya dirasakan oleh rakyat," tutup SBY.
(elz/dhn)











































