BNN Punya Sel Berlapis Serta Ruang Sadap dan Intelijen yang Misterius

Mengintip 'Dapur' BNN

BNN Punya Sel Berlapis Serta Ruang Sadap dan Intelijen yang Misterius

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 14 Mar 2016 19:54 WIB
BNN Punya Sel Berlapis Serta Ruang Sadap dan Intelijen yang Misterius
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) punya ruang tahanan berlapis. Kasus kaburnya tahanan membuat pengamanan dibuat seketat mungkin. Di BNN juga terdapat ruang sadap dan ruang intelijen yang misterius. Tak boleh masuk sembarangan ke sana.

detikcom sempat menengok 'dapur' BNN di Cawang, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu ditemani oleh Kabag Humas BNN Slamet Pribadi. Sejumlah ruangan diperlihatkan, termasuk area tahanan. Di ruang tersebut, kini ditahan Bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan Ahmad Wazir Nofiandi Mawardi (27).

Ruang tahanan dekat dengan area penyitaan aset barang bukti. Letaknya tak jauh dari laboratorium. Gedung tersebut terdiri dari 2 lantai. Ruangan itu memiliki 6 blok dengan masing-masing blok berukuran 5x6 meter persegi. Dalam pengawasannya, petugas BNN juga dibantu CCTV di bagian pintu masuk gedung dan di dalam blok tahanan. Untuk memperkuat keamanan, ruang tahanan dilapis menjadi dua tembok. Hal itu mengantisipasi adanya usaha pelarian tahanan atau tersangka milik BNN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pernah ada (yang kabur) tapi sekarang sudah direvonasi. Karena ruangan tahanan dulu itu termasuk bangunan tua. Sekarang sudah diperbaiki lebih bagus," kata Slamet.

Selain itu, ada juga ruang penyidik yang terletak di dekat halaman parkir bagian belakang. Ada enam ruangan di gedung tersebut. Di sana, juga kerap dilakukan interogasi.

Ruang tahanan (Lamhot Aritonang/detikcom)


Yang misterius adalah ruang sadap dan intelijen. Di sana, detikcom tak bisa masuk karena sifatnya rahasia. Ini berhubungan dengan proses penyelidikan di BNN.

Selain itu, ada juga ruang teleconference di bagian gedung utama. Ruangan ini digunakan untuk melakukan video konferensi Ka BNN dengan jajaran BNNP maupun BNK di wilayah Indonesia.

Foto:Lamhot Aritonang


Gedung BNN berdiri di atas lahan milik Direktorat Tindak Pidana Mabes Polri dengan luas kurang lebih 2 hektar. BNN hanya mendapat pinjaman satu gedung utama yang memiliki 7 lantai. Ruang kerja Kepala BNN berserta deputi-deputi di bawahnya semua berada dalam gedung tersebut. Cepat atau lambat, gedung itu nantinya harus dikembalikan kepada Mabes Polri. (mad/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads