detikcom sempat menengok 'dapur' BNN di Cawang, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu ditemani oleh Kabag Humas BNN Slamet Pribadi. Sejumlah ruangan diperlihatkan, termasuk area tahanan. Di ruang tersebut, kini ditahan Bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan Ahmad Wazir Nofiandi Mawardi (27).
Ruang tahanan dekat dengan area penyitaan aset barang bukti. Letaknya tak jauh dari laboratorium. Gedung tersebut terdiri dari 2 lantai. Ruangan itu memiliki 6 blok dengan masing-masing blok berukuran 5x6 meter persegi. Dalam pengawasannya, petugas BNN juga dibantu CCTV di bagian pintu masuk gedung dan di dalam blok tahanan. Untuk memperkuat keamanan, ruang tahanan dilapis menjadi dua tembok. Hal itu mengantisipasi adanya usaha pelarian tahanan atau tersangka milik BNN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ada juga ruang penyidik yang terletak di dekat halaman parkir bagian belakang. Ada enam ruangan di gedung tersebut. Di sana, juga kerap dilakukan interogasi.
Ruang tahanan (Lamhot Aritonang/detikcom) |
Yang misterius adalah ruang sadap dan intelijen. Di sana, detikcom tak bisa masuk karena sifatnya rahasia. Ini berhubungan dengan proses penyelidikan di BNN.
Selain itu, ada juga ruang teleconference di bagian gedung utama. Ruangan ini digunakan untuk melakukan video konferensi Ka BNN dengan jajaran BNNP maupun BNK di wilayah Indonesia.
Foto:Lamhot Aritonang |
Gedung BNN berdiri di atas lahan milik Direktorat Tindak Pidana Mabes Polri dengan luas kurang lebih 2 hektar. BNN hanya mendapat pinjaman satu gedung utama yang memiliki 7 lantai. Ruang kerja Kepala BNN berserta deputi-deputi di bawahnya semua berada dalam gedung tersebut. Cepat atau lambat, gedung itu nantinya harus dikembalikan kepada Mabes Polri. (mad/mad)












































Ruang tahanan (Lamhot Aritonang/detikcom)
Foto:Lamhot Aritonang