Menurut Tito di RSAL, Senin (14/3/2016), peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di ruang chamber unit terapi hiperbarik.
"Nah di ruang chamber ini merupakan ruangan bertekanan tinggi dengan tekanan oksigen, biasanya dipakai oleh para penyelam yang mengalami dekompresi jadi terlalu banyak nitrogen di dalam tubuh sehingga bisa pingsan dan gangguan-gangguan lainnya," terang Tito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu konsumennya Purnawirawan Polri (Irjen Abu Bakar Nataprawira). Dia masuk ruangan chamber VVIP. Pada saat kebakaran konsumen masih terjebak di dalam chamber. Jenazah dibawa ke RS Polri Kramatjati," urai dia.
Menurut Tito, saat ini kondisi di lokasi masih status quo, apalagi saat kejadian terjadi korsleting, jadi sistem sempat terganggu.
"Hasil olah TKP dan hasilnya nanti akan dipelajari. Korban terbakar, ledakan kecil. Penuh oksigen murni," jelas Tito.
Sementara menurut Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Anton Castilani keempat jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk diautopsi.
"4 jenazah sudah dibawa ke Kramatjati untuk diautopsi. Sementara kejadian masih dilakukan penyidikan, rekan-rekan Labfor sudah di TKP," kata Anton Castilani melalui pesan singkatnya. (dra/dra)










































