Nofi ditangkap Minggu (13/3) malam di rumah orang tuanya di Palembang, diduga saat mengkonsumsi narkoba. Selain Nofi, ada empat orang lain yang ditangkap. Di rumah itu juga ada wakil Nofi di Ogan Ilir dan ketua DPRD setempat. Sempat ada perlawanan saat operasi penggerebekan itu.
"Kita lakukan (penyelidikan) kurang lebih 3 bulan, karena sulit. Dia selalu melakukan itu di kediamannya yang dijaga dengan ketat dengan oknum-oknum pengamanan yang telah dibentuk oleh yang bersangkutan," kata Buwas saat jumpa pers di kantornya, Cawang, Jakarta Pusat, Kamis
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buwas tak mau menggunakan istilah korban bagi Nofi. Menurutnya, bupati yang baru dilantik sebulan lalu itu tidak layak direhabilitasi. Sebab Nofi adalah penentu kebijakan. Seharusnya memberi contoh yang baik.
"Yang seperti ini tidak benar dan tidak menutup kemungkinan hal Ini yang dilakukan oleh pengedar untuk menutupi kejahatannya. Kita tidak asal asalan mengatasi masalah ini. Kita sikapi dan lanjutkan dengan penegakkan hukum," paparnya.
Jenderal bintang tiga ini memastikan, walau ada perlawanan, namun anggotanya tetap bisa mengendalikan situasi. Meski ada alat bukti yang hilang, namun kasus ini tetap bisa berjalan.
"Memang kemarin sempat ada perlawanan, dan perlawanan Ini yang menyebbakan ada menghilangkan alat bukti. Kita tidak bisa membiarkan, kepala daerah yang arogan, yang merasa tak tersentuh," tegasnya. (mad/mad)











































