Nofi tiba di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (14/3/2016) sekitar pukul 14.30 WIB. Dia dan 4 rekannya menumpang mobil BNN Isuzu Panther biru. Tak lama kemudian, BNN menggelar jumpa pers. Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) langsung memberikan penjelasan. Nofi juga dihadirkan dalam jumpa pers itu. Dia duduk di samping Buwas.
"Sekarang ini yang bersangkutan masih dalam kondisi terpengaruh narkoba," kata Buwas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak pandang bulu, tidak mengenai profesi, semua bidang bisa disentuh. Bagaimana seseorang menjadi panutan masyarakat tetapi dia menyalahgunakan narkoba," sesal Buwas.
Konpers BNN (Wisnu/detikcom) |
Buwas menegaskan, Nofi tak bisa diajak bicara hingga saat ini karena masih dalam pengaruh narkoba. Wartawan pun tak bisa mewawancarainya. Kondisi ini pun membuat Nofi tidak diborgol.
"Tidak diborgol karena masih ada dalam pengaruh obat," terangnya.
Nofi ditangkap Minggu (13/3) malam di rumah orang tuanya di Palembang, diduga saat mengkonsumsi narkoba. Selain Nofi, ada empat orang lain yang ditangkap. Sempat ada perlawanan saat operasi penggerebekan itu.
Nofi adalah bupati yang baru dilantik sebulan lalu. Usianya masih muda, 27 tahun. Dia merupakan putra dari Bupati Ogan Ilir sebelumnya, Ir. H. Mawardi Yahya. Nofi sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OI periode 2014-2019 dari Partai Golkar. (mad/mad)












































Konpers BNN (Wisnu/detikcom)