Warga Pinggir Rel di Medan Demo Minta Direlokasi Meski Dapat Uang Ganti Rugi

Warga Pinggir Rel di Medan Demo Minta Direlokasi Meski Dapat Uang Ganti Rugi

Jefris Santama - detikNews
Senin, 14 Mar 2016 14:51 WIB
Warga Pinggir Rel di Medan Demo Minta Direlokasi Meski Dapat Uang Ganti Rugi
Suasana demonstrasi (Foto: Jefris Santama/detikcom)
Medan - Sekitar dua ratusan massa termasuk pelajar SD, SMP dan SMA melakukan aksi demo di Kantor Wali Kota Medan terkait akan adanya rencana pembangunan rel ganda (double track). Dalam aksinya, mereka menuntut Pemkot Medan untuk merelokasi warga yang tinggal di pinggiran rel.

Para pendemo tiba di Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (14/3/2016) sekitar pukul 10.30 WIB. Setibanya di lokasi, mereka berkumpul di depan kantor Wali Kota Medan dan seterusnya berdemo dengan menggunakan pengeras suara serta spanduk.

Mereka yang mengatasnamakan Forum Komunitas Masyarakat Pinggir Rel (FK-MPR) ini secara bergantian menyampaikan orasi. Tak sedikit juga dari para pelajar ikut berteriak dan berharap untuk direlokasi. Mereka juga melemparkan botol minuman ke halaman kantor tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana demonstrasi (Foto: Jefris Santama/detikcom)

"Sehubungan dengan adanya rencana pembangunan rel ganda di Medan, maka memaksa yang tinggal dipinggiran rel akan kehilangan tempat tinggal dan ratusan anak-anak akan terganggu pendidikannya," kata salah seorang pendemo, Joni Naibaho dalam orasinya.

Joni mengakui, warga di pinggiran rel mendapatkan uang tali asih sebesar Rp 1,5 juta dari pihak PT. KAI. Namun uang tersebut bagi mereka dianggap tidak cukup.

"Kami siap pindah. Kami ingin relokasi. Kalau saya siap tinggal di kolong jembatan, namun anak-anak ini enggak siap, mereka masih sekolah," tutur Joni.

Akibat demo ini, kawasan di Jalan Kapten Maulana Lubis dan Jalan Raden Saleh sempat mengalami macet. Seratusan personel kepolisian dan Satpol PP masih berjaga-jaga untuk menjaga situasi tetap kondusif. Hingga pukul 13.30 WIB, demo ini masih berlangsung. (hri/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads