"Polemik penyebab penembakan tersebut belum bisa diketahui secara pasti sehubungan pelaku (Beigadir A) juga saat ini masih kondisi kritis di RS Kramatjati, Jaktim," ujar Kapolres Bekasi Kabupaten Kombes Awal CH kepada detikcom, Senin (14/3/2016).
Saat ditanya dugaan adanya permasalahan rumah tangga di antara AF dan A, Awal mengatakan pihaknya belum bisa memastikannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (12/3) sekitar pukul 02.00WIB, di rumah A, di Kampung Tegaldanas Tower, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Kejadian berawal ketika sebelumnya, pada Jumat (11/3) malam, Brigadir A keluar rumah dengan menggunakan sepeda motor dengan alasan akan ke lapangan (proyek). Sekitar pukul 23.30 WIB Jumat malam, A kembali ke rumah.
Sampai akhirnya pada pukul 02.00 WIB, dini hari tadi, DH selaku orangtua AF terbangun karena mendengar suara letusan senjata api. DH kemudian melihat anaknya, AF sudah tergeletak bersimbah darah.
Tidak jauh dari AF, DH juga melihat menantunya sudah tertelungkup berlumuran daran. Di samping kepala AF terdapat senjata api milik A.
DH kemudian mengamankan senpi tersebut ke atas meja dan menghubungi aparat Polsek Cikarang Pusat. Sekitar pukul 02.15 WIB, A kemudian dibawa ke RS Polri.
Namun pada saat hendak dimasukkan ke dalam mobil, A tersadar lalu berontak dan terjatuh di samping korban. Saat ini jenazah AF sudah berada di RS Polri.
Sementara A, kondisinya selamat. Ia mengalami luka tembak di bagian kepala dan masih dalam perawatan di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jaktim. (mei/rvk)











































