Mengintip 'Dapur' BNN dalam Memberantas Narkoba

Mengintip 'Dapur' BNN dalam Memberantas Narkoba

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 14 Mar 2016 10:56 WIB
Mengintip Dapur BNN dalam Memberantas Narkoba
Foto: Lamhot Aritonang ( Kolase oleh: Andhika Akbarayansyah)
Jakarta - Seorang bupati baru saja ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) karena diduga memakai narkoba. Untuk melakukan penangkapan itu dan operasi besar lainnya, ternyata tidak mudah. Bagaimana cara BNN melakukannya?

detikcom mendapat kesempatan untuk menengok sebagian isi kantor BNN dan melihat cara kerja mereka, Jumat (11/3) lalu. Ditemani oleh Kabag Humas BNN Slamet Pribadi, selama kurang lebih satu jam, suasana kantor BNN terlihat cukup sibuk. Dari pantauan ini, didapat gambaran singkat bagaimana organisasi pimpinan Komjen Budi Waseso tersebut bekerja.

Gedung BNN berdiri di atas lahan milik Direktorat Tindak Pidana Mabes Polri dengan luas kurang lebih 2 hektar. BNN sendiri hanya mendapat pinjaman satu gedung utama yang memiliki 7 lantai. Adapun lokasi pertama yang dituju, yakni Ruang Laboratorium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruangan tersebut berada di sisi timur gedung utama. Laboratorium ini memiliki 2 lantai yang terbagi menjadi ruang kerja milik Kepala Laboratorium dan stafnya di lantai 2, sedangkan lantai 1 diperuntukan untuk ruang penelitian sampel narkoba yang ditemukan penyidik BNN.

"Kalau dari sisi teknis kemampuan dasar sudah terpenuhi sesuai syarat, seperti untuk melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium narkoba. Perlu diketahui Lab BNN sendiri sudah masuk akreditasi nasional ISO 17205 dengan kemampuan Gold Analisis," ujar Slamet menjelaskan.

Selanjutnya beranjak ke gedung Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) yang tidak jauh letaknya dari Laboratorium BNN. Gedung itu memiliki 2 lantai untuk pengumpulan aset dan barang bukti yang didapatkan dari penyelidikan BNN. Khusus untuk tahanan BNN ditempatkan di lantai 1.

Laboratorium BNN (Foto: Lamhot Aritonang)


Ruangan tahanan ini memiliki 6 blok dengan masing-masing blok berukuran 5x6 meter persegi. Dalam pengawasaannya, petugas BNN juga dibantu CCTV di bagian pintu masuk gedung dan di dalam blok tahanan. Untuk memperkuat keamanan, ruang tahanan dilapis menjadi dua tembok. Hal ini guna mengantisipasi adanya usaha pelarian tahanan atau tersangka milik BNN.

Markas BNN (foto: Lamhot Aritonang)


Menurut Slamet, pengamanan untuk ruang tahanan telah ditingkatkan setelah adanya tahanan yang kabur dari sel. "Sekarang sudah direvonasi karena ruangan tahanan dulu itu termasuk bangunan tua. Sekarang sudah diperbaiki dan lebih bagus," terangnya.

detikcom juga sempat ditunjukkan lokasi letaknya gedung penyidik yang berada di halaman parkir bagian belakang. Terdiri dari enam ruangan untuk para penyidik melakukan introgerasi tersangka. Bangunan yang letaknya dekat dengan perpustakaan ini memang tergolong kecil untuk penanganan kejahatan extraordinary crime.



Kemudian beralih ke ruang penyadapan dan intelijen BNN. Di dalamnya, terdapat sejumlah pekerjaan rahasia. Karena itu, ruangan-ruangan itu tidak bisa ditunjukan secara terbuka. Inilah ruangan kunci kerja pasukan BNN.

Kunjungan berakhir di ruang teleconference BNN. Ruangan ini berada di bagian gedung utama. Biasa digunakan untuk melakukan video konferensi pers antara Ka BNN dan jajaran BNNP (Badan Nasional Nasional Provinsi) di seluruh wilayah Indonesia. Ruangan ini juga tidak dapat diunjukan lantaran menyangkut rahasia kerja mereka.

"Walaupun dengan bangunan sederhana, BNN selalu bekerja secara optimal untuk hasil memuaskan," kata Slamet menutup akhir perjalanan keliling fasilitas milik BNN. (aws/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads