Menhut: Kebakaran Hutan dan Lahan Ditangani Operasi Terpadu

Menhut: Kebakaran Hutan dan Lahan Ditangani Operasi Terpadu

Ferdinan - detikNews
Senin, 14 Mar 2016 09:51 WIB
Menhut: Kebakaran Hutan dan Lahan Ditangani Operasi Terpadu
Illustrasi/Foto: Dok. Tim Eksedisi NKRI
Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya memastikan kementeriannya ikut menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

"Sudah ada operasi terpadu di lapangan antara Manggala Agni KLHK, Polri, TNI, Pemda dan masyarakat serta dunia usaha sejak perintah Presiden tanggal 18 Januari 2016," ujar Menteri Siti saat dihubungi detikcom, Senin (14/3/2016).

Siti memastikan penanganan pemadaman karhutla terkendali karena semua unsur terlibat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Operasi terpadu dilakukan sosialisasi sekaligus operasi padamkan api sebelum membesar dengan peralatan Manggala Agni KLHK, sarana pemadam kebakaran Pemda, Polda dan Kodam serta sarana perusahaan swasta," imbuhnya.

Menurut siti, dari hasil lapangan yang dimonitor setiap hari, tim gabungan dari Polda, Danrem dan Manggala Agni KLHK dan Pemda serta swasta dan masyarakat di Riau dan Kalimantan Timur sudah bekerja keras menangani kebakaran hutan dan lahan.

"Memang di Kaltim apinya lebih banyak. Dari operasi lapangan terutama di Riau dan Sumsel terdapat masalah kebakaran atau adanya titik panas dengan beberapa tipologi yaitu ada yang hotspot bukan api tapi karena masyarakat buat arang kayu, atau industri rumah tangga pembuatan batu bata dan adanya flair dari industri migas serta pembakaran limbah," terang Siti.

Dia menegaskan para pelaku pembakaran lahan untuk menanam sawit sudah diproses di kepolisian termasuk terhadap petugas perusahaan yang lalai. ย 

"Saya terus ikuti perkembangan di lapangan dan akan mendukung langkah-langkah law enforcement yang sedang berlangsung di daerah secara sistimatis terutama yang berkaitan dengan illegal logging yang sudah kronis. Saya juga bersama Menko Perekonomian dan Menko Polhukam serta World Bank sedang membangun sistemย  early warning dan sistem rewards dan punishment desa atau areal terbakar terutama untuk pemerintah desa dan masyarakat," papar Siti.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, sebelumnya mengatakan, berdasarkan pantauan satelit Modis sensor Terra Aqua dari NASA terdeteksi ada 151 hotspot di wilayah Indonesia pada Minggu (13/3) pukul 05.00 WIB.

"Sesungguhnya karhutla di Riau dan Kalimantan Timur sudah berlangsung hampir tiga minggu terakhir dengan jumlah hotspot yang fluktuatif. Jumlah total hotspot di Kalimantan Timur lebih banyak dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia," ujar Sutopo.

(fdn/fdn)


Berita Terkait