"Kami harapkan sebelum bulan puasa (Juni). Kalau sesudah bulan puasa, repot bagi Golkar," kata Ketua Tim Sukses Airlangga, Melchias Marcus Mekeng dalam siara pers, Sabtu (12/3/2015).
Mekeng mengatakan alasan pelaksanaan Munas sebelum puasa didasarkan tahapan Pilkada serentak untuk 2017 sudah dimulai. Jika pelaksanaan Munas dilakukan setelah bulan puasa, maka Golkar bisa tidak ikut pilkada karena tahapan pilkada telah dimulai.
Di sisi lain, Golkar juga tidak bisa melakukan konsolidasi untuk persiapan Pilkada karena pelaksaan Munas setelah puasa akan berdekatan dengan pelaksanaan pilkada. Hal ini menyebabkan persiapan pilkada tidak maksimal.
"Kita kan mau puasa dan Lebaran dengan tenang, damai dan santai. Semua orang bebas dan lepas menjalankan puasa. Kalau masih mikir soal Munas, kan tidak enak. Masa suasana Lebaran masih mikirin pertarungan," ujar anggota Komisi VII DPR ini.
Kubu Airlangga mengingatkan juga mengingatkan kembali kesepakatan antara Aburizal Bakrie (Ical), Agung Laksono (AL) dan Jusuf Kalla (JK) soal penyelanggaraan Munas sebelum Juni 2016.
"Kami pegang kesepakatan itu. Sampai hari ini, kami kami belum mendapatkan informasi adanya perubahan. Kami berharap memang tidak ada perubahan," tutur Mekeng. (tfq/miq)











































