Gogosnya tubuh jalur rel tersebut diketahui pada Sabtu (12/3/2016) sekitar pukul 17.30 WIB, berdasarkan laporan warga sekitar kepada petugas Pengatur Perjalanan KA di stasiun Bojong.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas PT KAI, diputuskan untuk sementara jalur rel di lokasi tersebut ditutup dan tidak bisa dilewati KA hingga menunggu selesainya perbaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, dengan ditutupnya jalur KA di Ciamis untuk sementara itu, maka kereta api lintas selatan pada malam hari ini terpaksa perjalanannya harus dialihkan memutar melewati lintas Purwokerto- Cirebon- Cikampek.
KA yang dialihkan dan memutar perjalanannya tersebut di antaranya adalah KA Serayu Malam (Purwokerto- Jakarta), KA Pasundan (Surabaya- Kiaracondong). KA Kahuripan (Kediri- Kiaracondong), KA Turangga (Surabaya- Bandung), KA Malabar (Malang- Bandung) dan Lodaya Malam (Solo- Bandung).
Sementara dari arah Cirebon yakni KA Turangga (Bandung-Surabaya), KA Lodaya Malam (Bandung-Solo), KA Mutiara Selatan (Bandung- Surabaya) dan KA Malabar (Bandung-Malang).
"KA Pasundan dan KA Serayu Malam yang posisinya sudah sampai stasiun Banjarpatroman terpaksa harus balik kanan lagi, memutar lewat Kroya-Purwokerto-Cirebon," jelasnya.
Dia mengungkapkan, kereta api lintas selatan yang terpaksa harus dijalankan melalui rute memutar tersebut akan mengalami penambahan waktu perjalanan masing-masing sekitar 3 jam. Hal ini dkarenakan bertambahnya jarak tempuh.
"Kami mohon maaf kepada para penumpang karena kereta api akan mengalami keterlambatan sekitar 3-4 jam karena harus melewati rute memutar," ujarnya.
(arb/miq)










































